wereng batang coklat ( nilaparva lugens stal) merupakan hama utama pada tanaman padi. tahun ini seranan hama wereng bahkan meluas hampir di setiap wilayah tidak terkecuali di kecamatan bekri. hama ini menyerang pada semua tahap pertumbuhan mulai dari persemaian, masa vegetatif dan generatif hingga menjelang panen. kerusakan yang diakibatkan serangan hama wereng ini cukup luas dan bisa saja terjadi pada setiap musim. wereng merupakan serangga kecil dengan ciri biologi sebagai berikut: tubuh wereng ini berwarna cokelat kekuningan panjang tubuh jantan 2 mm-3 mm, betina 3 mm-4 mm abdomen imago betina lebih gemuk daripada jantan imago bisa terbang jauh dengan bantuan angin imago mempunyai 2 bentuk sayap: makroptera (bersayap panjang – populasi tinggi, penyebaran) brakhiptera (bersayap pendek – populasi rendah, berkembang biak) wereng mempunyai tiga stadium masa pertumbuhan yakni fase telur ( 5—8 hari); fase nimfa (6—7 hari); dan fase dewasa 14 hari. telur wereng berwarna putih, berbentuk panjang seperti buah pisang. telur diletakkan dalam jaringan pangkal batang pelepah daun. jika populasinya tinggi telur diletakkan di ujung pelepah daun. satu wereng betina meletakkan telurnya di beberapa rumpun dan berpindah-pindah. nimfa dan imago/wereng dewasa berada pada bagian bawah tanaman padi (di atas permukaan air) dan menghisap cairan dari batang anakan . nimfa dan imago menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman paadda bagian pangkal tanaman padi. tanaman yang terserang menjadi layu, daun menguning dimulai dari daun tua kemdian meluas dengan cepat ke seluruh bagian tanaman dan pada akhirnya tanaman mati. tanaman yang terserang bisa mengering, biasa disebut “hopper burn” dengan pola circular ; - di persemaian: bibit layu dalam 2 hari, kekuningan, daun kering - tanama berumur 25 hari: pembentukan anakan terhambat, layu, kering, mati - tanaman berumur 45 hari: menghambat keluarnya bunga - tanaman berumur 70-80 hari: hasil sudah tidak dapat diharapkan, bulir hampa dan mati - tanaman umur 90-100 hari: batang lunak, busuk, mati upaya pengendalian dan antisipasi serangan hama wereng yang dilakukan dikecamatan bekri adalah sebagai berikut: menyarankan petani untuk menggunakan varietas tahan seperti pak tiwi dan inpari 42 pergiliran tanaman; karena wereng hanya bisa dapat berkembang baik pada tanaman padi. jadi untuk memutus siklus hidupnya dalam ssatu musim tanam hendaknya ditanam tanaman non padi/palawija. tanam serempak, walaupun sulit sebab waktu tanan disesuaikan dengan giliran air irigasi, sementara wereng coklat dapat berpindah hingga jarak 200km. pengaturan jarak tanam dan pemupukan berimbang pengamatan dilakukan setiap hari setiap minggu pestisida sesuai anjuran; ledakan wbc biasnya terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat semisal pestisida yang berbahan aktif piretroid. jika telah terserang denan populasi tinggi di persemaian atau tanaman muda hendaknya pengendalian dilakukan secara massal karena wereng dapat berpindah secara cepat. pengendalian hayati dengan cara melestarikan keberadaan musuh alami seperti laba-laba predator, kepik micrivelia douglasi, kumbang paederus fuscipes, dan kelompok jamur beauveria bassiana. penenaman refugia untuk menarik musuh alami untuk datang. wereng batang coklat juga dapat menularkan virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa yang sangat sulit diatasi dan dapat menyebabkan kerusakan hingga 82% jika telah terserang. cara paling relevan untuk pengendalian hama wereng sampai saat iini adalah dengan sistem budidaya tanaman sehat padi.(penulis subardono, s.p. thl tbpp kecamatan bekri).