Pengendalian HPP di kelompok Tani Tekad Kelurahan Dembe Jaya Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo
Tingginya tingkat serangan hama putih palsu dipersawahan wilayah Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo pada musim tanam Oktober - Maret 2018 dikhawatirkan akan menurunkan tingkat produksi gabah jika tidak segera dikendalikan. Hasil pengamatan penyuluh pada hari Rabu ( 05/12/2018) yang dilakukan di beberapa kelurahan di Kecamatan Kota Utara umumnya tanaman padi sawah terserang hama pelipat daun atau yg dikenal dengan dengan nama Hama Putih Palsu. Walaupun hama ini yang bernama latin Cnaphalocrocis Medinalis bukan merupakan hama utama namun serangan hama ini akan berdampak merugikan petani. Serangan hama ini terjadi pada saat fase vegetatif atau tanaman muda. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada saat keluar malai. Serangan hama ini akan menjadi berarti apabila kerusakan pada daun terjadi saat tanaman padi memasuki anakan maksimum dan fase pematangan mencapai lebih kurang 50% Fase hama yang menimbulkan kerusakan adalah pada saat berbentuk larva/ ulat. Larva ini makan jaringan hijau daun dari lipatan daun dan meningglakan permukaan bawah daun yang berwara putih. Silkus hidup hama ini berkisar antara 30 “ 60 hari dengan gejala awal munsulnya ngegat / kaper berwarna kuning coklat yang memiliki 3 buah pita hitam dengan garis lengkap atau terputus pada bagian sayap depan. Pada saat istirahat atau tidak beraktifitas serangga/ ngengat ini berbentuk seperti segi tiga. Untuk pengendalian hama ini hendaknya petani mengupayakan pemeliharaan tanaman sebaik mungkin agar pertanaman tumbuh secara baik, sehat dan seragam. Jika diperlukan ggunakan insektisida yang berbahan aktif fipronil aau karbofuran. Konsentrasi penggunaan disesuaikan dengan informasi pada label kemasan Penulis : Supitria Adam,S.Pt