Di Desa Sungai Anak Kamal, komoditas sayuran seperti terong, cabai, dan tomat merupakan tanaman utama yang banyak dibudidayakan oleh para petani. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, produktivitas tanaman tersebut mengalami penurunan akibat serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci).
Kutu kebul merupakan hama yang sangat merugikan karena menyebabkan daun menguning, tanaman layu, penyebaran virus, hingga kegagalan panen. Mengingat dampaknya yang besar, diperlukan upaya pengendalian yang efektif namun tetap aman dan ramah lingkungan. Untuk itu, para petani di Desa Sungai Anak Kamal mulai menerapkan penggunaan pestisida sederhana yang mudah dibuat, murah, dan tidak memberikan efek samping berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.
Ø Apa itu Kutu Kebul
Kutu kebul adalah serangga kecil berwarna putih yang sering menempel di bagian bawah daun. Hama ini berkembang biak dengan cepat dan mampu menyerang berbagai jenis tanaman hortikultura.
Ø Ciri-ciri Serangan Kutu Kebul:
Ø Mengapa Harus Dikendalikan
Tanpa pengendalian yang tepat, populasi kutu kebul dapat meningkat drastis hanya dalam beberapa hari dan mengakibatkan kerugian besar bagi petani.
Di Desa Sungai Anak Kamal, pestisida ini dibuat dari kapur ajaib, bawang putih, dan sabun cuci piring yang terbukti efektif mengatasi kutu kebul.
Ø Bahan dan Fungsi Masing-Masing Komponen
Ø Cara Pembuatan
Bahan yang digunakan
Ø Cara Penggunaan di Lahan
Ø Manfaat Penggunaan Pestisida ini
Melalui pendekatan ini, petani sayur di Desa Sungai Anak Kamal kini memiliki alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan untuk menjaga tanaman terong, cabai, dan tomat tetap sehat. Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat desa untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal.