PENGENDALIAN LALAT BIBIT DI KELOMPOKTANI SUBUR MAKMUR DESA NGERONG KEC. GEMPOL
Bioekologi Lalat bibit kacang (Ophiomyia phaseoli menyerang sejak tanaman muda muncul ke permukaan tanah hingga berumur 10 hari. Lalat bibit kacang betina meletakkan telur pada tanaman muda yang baru tumbuh. Telur diletakkan dalam lubang tusukan antara epidermis atas dan bawah keping biji atau disisipkan dalam jaringan mesofil dekat pangkal keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua. Telur berwarna putih seperti mutiara dan berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,15 mm. Setelah dua hari, telur menetas dan keluar larva. Larva masuk ke dalam keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua, kemudian membuat lubang gerekan. Selanjutnya, larva menggerek batang melalui kulit batang sampai ke pangkal batang dan berubah bentuk menjadi kepompong. Pada pertumbuhan penuh, panjang larva mencapai 3,75 mm. Kepompong mula-mula berwarna kuning kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan.Serangan lalat bibit kacang ditandai oleh adanya bintik-bintik putih pada keping biji, daun pertama atau kedua. Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat bibit kacang betina. PengendalianA. Pemberian Mulsa jerami dengan tujuan :1. menghambat pertumbuhan gulma2. mengurangi intensitas serangan lalat bibit kacang3. menjaga kelembaban tanah4. mengurangi laju evapotranspirasi5. menurunkan suhu tanah daerah kering, 6. meningkatkan kadar bahan organik tanahB.Perlakuan benih Pada daerah endemik lalat bibit, benih kedelai sebelum di tanam terlebih dahulu harus ada perlakuan benih (Seed Treatment ) dengan tujuan untuk antisipasi serangan lalat bibit dengan insektisida Marshal 25 DSC. Penyemprotan insektisida Penyemprotan pada saat tanaman berumur 7 hari jika populasi mencapai ambang kendali (1 imago/50 rumpun) dengan jenis insektisida Marshal 200 EC. Sumber:¢ Bapak Kusnan, Petani Kedelai Dusun Kedanten Desa Ngerong Kecamatan Gempol “ Pasuruan¢ POPT Kecamatan Gempol¢ Penyuluh Wiker BPP Gempol