Serangan hama lalat buah bukanlah fenomena baru bagi para petani. Lalat buah sudah dikenal sebagai hama perusak buah dimana buah yang diserangnya akan busuk. Jika tidak segera diatasi maka kerugian yang diakibatkan oleh lalat buah sangatlah fatal karena yang diserang adalah bagian buah yang biasanya menjadi tujuan akhir suatu usaha budidaya tanaman. Oleh sebab itu, pencegahan serangan lalat buah harus dilakaukan sejak buah masih muda. Dalam upaya pengendalian hama lalat buah aspek keamanan, efektif dan efisien sangat perlu diperhatikan. Selain hama dapat dikendalikan juga tidak meninggalkan residu racun kimia pada tanaman dan juga merusak lingkungan serta hemat tenaga dan biaya. Salah satu cara yang dapat digunakan yaitu dengan memakai perangkap lalat buah Metil eugenol. Metil eugenol adalah senyawa kimia yang bersifat attraktan atau sebagai penarik serangga terutama terhadap lalat buah. Attraktan ini tidak meninggalkan residu pada buah dan mudah diaplikasikan pada lahan yang luas. Karena bersifat volatil (menguap), daya jangkaunya atau radiusnya cukup jauh, mencapai ratusan meter, bahkan ribuan meter, bergantung pada arah angin. Daya tangkap attraktan bervariasi, bergantung pada lokasi, cuaca, komoditas dan keadaan buah di lapangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metil eugenol dapat menurunkan intensitas serangan lalat buah pada mangga sebesar 39-59%. Penggunaan metil eugenol merupakan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan telah terbukti efektif. Attraktan dapat digunakan untuk mengendalikan hama lalat buah dalam tiga cara yaitu : (1) Mendeteksi atau memonitor populasi lalat buah, (2) menarik lalat buah untuk kemudian dibunuh dengan perangkap, dan (3) mengacaukan lalat buah dalam perkawinan, berkumpul dan cara makan. Pembuatan perangkap juga mudah dari bahan sederhana, yaitu botol plastik bekas kemasan air mineral . Sepertiga bagian kepala botol dipotong, kemudian potongan dimasukkan ke botol dengan mulut botol berada di bagian dalam (tutupbotolnya dibuka). Bagian depan dan belakang botol diikat dengan kawat agar mudah digantungkan di pohon. Pada bagian tengah botol diikatkan segumpal kapas yang ditetesi 2-4 ml metil eugenol, kemudian botol diisi dengan air seperempat bagian (jangan sampai mengenai kapas). Dengan adanya air, lalat yang masuk ke dalam botol akan tenggelam dan mati. Perangkap dipasang agak miring agar air tidak tumpah. Dalam waktu satu minggu, perangkap ini dapat menangkap 90-230 ekor lalat buah jantan. Keunggulan dari perangkap model ini adalah menggunakan bahan yang murah dan mudah diperoleh, cara membuatnya pun cukup mudah, dan dapat dibawa ke lapangan. Kelemahannya, kalau sering turun hujan, air dalam botol akan bertambah sehingga merendam kapas yang mengandung metil eugenol. Akibatnya perangkap tidak berfungsi. Oleh karena itu, sebaiknya setelah turun hujan dilakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi perangkap. (Chadijah)