Loading...

PENGENDALIAN LAYU PENTIL BUAH KAKAO MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN GAMAL

PENGENDALIAN LAYU PENTIL BUAH KAKAO  MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN GAMAL
Pada tanaman kakao tidak semua pentil (buah muda) yang dihasilkan dapat tumbuh berkembang menjadi buah masak yang dapat di panen. Sebagian pentil akan layu, kering dan mati. Keadaan seperti ini disebut layu pentil atau cherelle wilt. Layu pentil berbeda dengan penyakit busuk buah. Hal ini karena layu pentil disebabkan oleh gangguan fisiologis, yaitu adanya persaingan nutrisi antara pentil (buah muda) dengan organ lain yang sedang tumbuh aktif sehingga mengakibatkan kegagalan proses perkembangan buah. Adapun penyakit busuk buah disebabkan oleh serangan jamur Phytophthora palmivora. Gejala layu pentil terlihat pada kulit buah yang kering dan keras, sedangkan gejala penyakit busuk buah terlihat pada kulit buah yang rapuh. Masa kritis terjadinya layu pentil adalah 70 hari setelah terjadi penyerbukan bunga. Selama waktu tersebut, perkembangan buah membutuhkan hormon tumbuh. Setelah berumur 70 hari, buah tidak lagi memerlukan hormon untuk memanfaatkan unsur hara secara efisien. Buah yang tidak berkembang atau tidak sehat setelah berumur lebih dari 70 hari bukan disebabkan layu pentil tapi dikarenakan serangan hama atau penyakit. Kehilangan hasil yang dapat disebabkan oleh layu pentil dapat mencapai 70 – 90% yang berakibat hanya 10 – 30% buah yang berkembang menjadi buah masak dan dapat di panen. Pengendalian Dengan Ekstrak Daun Gamal Pengendalian layu pentil selama ini dilakukan dengan menggunakan hormon tumbuh sintetis. Akan tetapi karena harga homon tumbuh sintetis yang mahal maka tidak ekonomis, ditambah dengan penerapan yang sulit dan dapat menjadi racun bagi tanaman kakao jika diaplikasikan secara berlebihan. Berdasarkan hal tersebut maka pengendalian alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu dilakukan. Salah satu pengendalian alternatif tersebut adalah dengan menggunakan hormon alami yang mudah didapat, murah dan ramah lingkungan yaitu menggunakan ekstrak daun gamal (Glyricidia maculata). Ekstrak daun gamal dapat dibuat dengan 2 (dua) cara yaitu cara silva dan ulfa. Cara silva dilakukan dengan menggunakan pucuk daun sebanyak 200 gram diblender dengan 1 (satu) liter air, ditambah 200 gram gula dan 50 gram EM4. Setelah tercampur rata, dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat agar terjadi fermentasi anaerob selama 15 hari. Lakukan penyaringan, sterilisasi air hasil penyaringan menggunakan filter syringe dan simpan ke dalam botol steril. Simpan pada suhu 18 derajat celcius jika belum digunakan. Cara Ulfa dilakukan dengan menggunakan pucuk daun sebanyak 100 gram di blender dengan 100 ml air dan di fermentasi selama 2 x 24 jam. Lakukan penyaringan menggunakan kertas saring dan simpan dalam botol berwarna. Simpan pada suhu 18 derajat celcius jika belum digunakan. Cairan ekstrak digunakan dengan cara disemprotkan pada pentil (buah muda) yang berukuran kurang dari 10 cm sampai semua kulit pentil basah. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari, agar cairan ekstrak tidak cepat kering terkena sinar matahari. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Yulius Ferry, 2019. Ekstrak Daun Muda Gamal (Glyricidia maculata) Pengendali Layu Pentil Buah Kakao (Theobroma cacao). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Volume 25 (3), Desember 2019.