Pengendalian OPT blast pada padi sawah dapat dilakukan secara terpadu, meliputi penggunaan varietas tahan, pengaturan jarak tanam yang tidak rapat (seperti sistem legowo), pemupukan berimbang (terutama menghindari kelebihan nitrogen dan seimbangkan dengan kalium), sanitasi lingkungan, dan aplikasi fungisida terpadu pada waktu yang tepat. Selain itu, bisa juga menggunakan pengendalian hayati atau pestisida nabati sebagai solusi ramah lingkungan.
1. Kultur Teknis dan Varietas
Gunakan varietas tahan: Pilih varietas padi yang tahan terhadap serangan blas sesuai kondisi daerah setempat, seperti Inpari 21 atau Inpago 4.
Jaga jarak tanam: Tanam dengan jarak tidak terlalu rapat atau gunakan sistem legowo untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga tidak menguntungkan patogen.
Lakukan rotasi varietas: Hindari menanam varietas yang sama secara terus-menerus untuk mencegah jamur menjadi kebal dan beradaptasi.
Jaga sanitasi: Bersihkan alat pertanian dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran patogen.
2. Pemupukan
Pemupukan berimbang: Sesuaikan dosis pemupukan, terutama nitrogen. Pemupukan nitrogen yang berlebihan akan membuat tanaman lebih rentan terhadap blas. Seimbangkan dengan pupuk kalium.
3. Pengendalian Kimiawi (Fungisida)
Perlakuan benih: Lakukan perlakuan benih dengan fungisida untuk perlindungan awal hingga sekitar 30 hari setelah sebar.
Aplikasi penyemprotan: Semprotkan fungisida yang efektif seperti yang mengandung bahan aktif tricyclazole, isoprothiolane, atau azoxystrobin.
Waktu penyemprotan: Lakukan penyemprotan saat anakan maksimum dan awal berbunga (sekitar 5% malai keluar) untuk hasil yang optimal.
Pestisida nabati: Buat pestisida nabati dari bahan alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, dan lengkuas yang difermentasi, lalu campurkan dengan sedikit deterjen dan aplikasikan secara rutin.