Pengendalian OPT pada Tanaman Padi Sawah
OPT adalah Organisme Pengganggu Tanaman seperti hama, penyakit, dan gulma yang bisa menurunkan hasil padi.
Tujuan pengendalian: tanaman sehat, hasil tinggi, biaya hemat.
Pengendalian yang dianjurkan adalah PHT – Pengelolaan Hama Terpadu, yaitu cara mengendalikan OPT secara menyeluruh, bukan mengandalkan pestisida saja.
Empat Langkah cerdas pengendalian Hama Terpadu :
1. Pencegahan (Mencegah lebih baik)
Dapat dilakukan dengan :
a. Dengan menanam benih unggul/ benih tahan hama. Mengingat kerentanan wilayah terhadap Kresek dan Wereng, sangat disarankan menggunakan varietas Inpari 32 HDB atau varietas lokal yang sudah teruji tahan, dan mulai meninggalkan varietas lama (seperti IR64) yang sudah rentan.
b. Mengatur jarak tanam dengan menerapkan sistem Jajar Legowo (2:1 atau 4:1). Ini sangat krusial untuk:
c. Jaga kebersihan lahan
d. Pemupukan Berimbang: Tanah di Tapanuli Utara seringkali jenuh asam, maka Jangan hanya pakai Urea/ZA, Wajib imbangi dengan SP-36 dan KCl, Unsur Kalium (K) adalah kunci ketahanan tanaman terhadap penyakit Kresek dan serangan Wereng.
2. Pengamatan (kenali musuh dan teman)
3. Pemanfaatan Musuh alami
Lindungi burung hantu sebagai pemangsa tikus
4. Tindakan (sebagai pilihan terakhir)
Gunakan pestisida hanya jika jumlah hama sudah sangat merusak dan melewati ambang kendali
|
OPT |
Ambang Kendali |
|
Wereng batang coklat |
>20 ekor/rumpun |
|
Penggerek batang |
>10% sundep/beluk |
|
Keong mas |
1–2 ekor/m² |
|
Blast |
>5% daun terserang |
|
HDB |
Serangan awal pada varietas rentan |