PENGENDALIAN OPT TIKUS
Tikus adalah hama yang merugikan pada banyak jenis tanaman pangan (polyfag), Sangat adaptif pada berbagai lingkungan,
Habitatnya di tempat gelap dan semak-semak sekitar sumber pakannya.
Kelebihannya Dapat berenang hingga 72 jam.Dapat melompat ke atas setinggi 90 cm, datar sejauh 1,2 – 3 m.Tidak cedera meski jatuh dari ketinggian 10 m.
Ekologi Tikus
· Tikus jantan siap kawin pada umur 60 hari
· Tikus betina siap kawin pada umur 28 hari
· Masa bunting selama 19 – 23 hari
· 2 hari setelah melahirkan betina sudah siap kawin kembali
· Tikus betina dapat melahirkan 5 – 7 kali/tahun
· 1 pasang tikus dapat melahirkan 10 ekor atau 5 pasang
Gejala Serangan Tikus
· Kerusakan karena serangan tikus terjadi akibat batang padi dipotong.
· Bekas gigitan membentuk sudut potong + 45 derajat.
· Pada fase vegetatif seekor tikus dapat merusak antara 11–176 tanaman per malam.
· Sedangkan pada saat bunting kemampuan merusak meningkat menjadi 24 – 246 batang per malam.
Pengendalian Tikus
· Kebijakannya adalah pada prinsipnya menerapkan konsepsi PHT.
· Operasional pengendalian : sanitasi lingkungan, fisik dan mekanis, mengatur waktu tanam, pengendalian biologis, penggunaan bahan kimiawi.
Langkah- Langkah Pengendalian
· Pengendalian mulai pratanam sampai panen
· Pengorganisasian gerakan operasional
· Kerjasama antar pemerintah daerah/batas wilayah
· Koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait
Penyusun: Tika Maryati, SP (BPP Kecamatan Cisewu