Serangan penyakit merupakan salah satu masalah dalam budidaya tanaman vanili, dan mudah berjangkit bila kelembaban di dalam kebun tinggi. Penyakit utama pada tanaman vanili yaitu busuk batang vanili (BBV) . Penyakit BBV disebabkan oleh jamur F. oxysporum f. sp. Vanilla. Patogen penyebab penyakit BBV merupakan salah satu spesies fusarium yang bersifat soil borne dan air borne karena dapat diisolasi dari tanah, akar, batang, pucuk dan buah vanili serta dapat ditangkap dari udara dengan menggunakan sopratrap. Jamur ini dapat membentuk klamidospora sehingga memungkinkan dapat bertahan lama dalam tanah walaupun tanpa inang. Gejala BBV dapat ditemukan pada seluruh bagian tanaman yaitu akar, batang, buah, pucuk, dan kadang-kadang pada daun, namun gejala paling sering ditemukan pada batang. Di kebun yang keadaannya kering, gejala serangan terbatas berupa bercak-bercak hitam, memanjang berukuran antara 1-3 cm dan berbatas jelas antara jaringan yang terserang dan sehat. Sedangkan di lahan yang keadaannya lembab akibat serangan penyakit BBV pada batang dapat terjadi meluas. Bagian batang yang terserang berwarna coklat kehitaman, membusuk dan berkerut. Pada bagian yang membusuk dan berkerut tersebut, sering terdapat bintik-bintik putih kekuningan yang merupakan kumpulan konidiosfora dan konidia jamur. Gejala pada pucuk banyak muncul terutama pada musim hujan, sedangkan pada buah biasanya setelah hampir panen/masak., Patogen penyebab BBV dapat menyebar melalui berbagai media antara lain tanaman, air tanah, alat-alat pertanian dan hewan, karena spora pathogen BBV bertipe slime spore (spora berlendir) sehingga sangat mudah melekat dan terbawa oleh benda-benda tersebut ke tempat lain. Pengamatan Pengamatan dilakukan sebelum tanam, yaitu saat pemilihan lahan dan pada waktu tanaman sudah di lapang. Pada saat pemilihan lahan dapat dlakukan pengambilan sampel tanah dan diperiksa di laboratorium dengan menggunakan media selektif (Media Komada) untuk Fusarium sp. Apabila lahan tersebut telah terinfeksi F. oxysporum f.sp. vanilla maka jangan digunakan untuk kebun vanili. Pengamatan pada waktu tanaman vanili sudah ada di lapang dilakukan secara periodik. Bila terdapat gejala maka harus segera dilakukan pemeriksaan dan tindakan, misalnya dengan memotong bagian yang sakit dan mengaplikasikan dengan Mitol 20 BC (pestisida nabati). Pengendalian. Perbaikan teknik budidaya: 1)Hindari penanaman vanili di lahan bekas kebun vanili yang sudah terserang BBV selama 3 tahun atau lebih; 2) Gunakan stek vanili yang sehat , yang berasal dari tanaman dan kebun yang masih sehat. Stek vanili dicelupkan dalam Bio-FOB cair selama 30 menit lalu diolesi dengan Bio-FOB powder; 3) Mengurangi kelembaban kebun dengan perbaikan jarak tanam dan pemangkasan tiang panjat; 4) Membuat parit drainase untuk menghindari terjadinya genangan air; 5) Melaksanakan sanitasi tanaman dengan memusnahkan tanaman yang terserang berat atau dengan memotong dan membakar bagian tanaman yang terserang; 6) Mencegah terjadinya pelukaan pada saat pemeliharaan tanaman, karena infeksi BBV dapat terjadi melalui luka; 7) Menghindari pemakaian pupuk kandang secara berlebihan . Agensia hayati dan bahan organik: Bacillus pantothenticus dan Trichoderma lactae merupakan antagonis F.oxysporum f.sp vanilla dan beberapa pathogen lainnya, dapat merangsang pertumbuhan tanaman dan merupakan biodecomposer limbah organik. Kedua mikroba tersebut telah diformulasikan dengan nama produk Bio-TRIBA. Bio TRIBA dapat digunnakan untuk pembuatan kompos dari limbah organik. Dosis yang digunakan adalah 2-3 liter Bio-TRIBA /1 ton limbah organik. Untuk mempercepat proses dekomposisi sebaiknya limbah organik dicacah terlebih dahulu. Bio-TRIBA dapat dicampur langsung dengan pupuk kandang/kompos. Satu ton pupuk kandang dapat dicampur dengan 2-3 liter Bio-TRIBA dan diinkubasi selama 1-2 minggu sebelum digunakan. Selain itu Bio-TRIBA dapat digunakan langsung dengan menyiramkan pada daerah sekitar perakaran dengan dosis 5-10 ml Bio-TRIBA/l air dan sebaiknya diberikan setelah pemberian pupuk organik. Fungisida: Dapat digunakan fungisida nabati yang mengandung bahan aktif eugenol dan sitral yang diekstrak masing-masing dari tanaman cengkeh dan sereh wangi. Pengendalian dilakukan dengan memotong atau menyayat bagian tanaman yang sakit kemudian diolesi fungisida tersebut menggunakan kapas, Fungisida nabati ini dapat digunakan langsung dengan dosis 3-5 ml/l air. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan. Sumber: 1. Pedoman Teknis Budidaya Vanili. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta. 2008. 2. Petunjuk Teknis Budidaya Panili, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta, Desember 1997.