Loading...

PENGENDALIAN PENGGEREK BUAH KOPI (PBKo) DENGAN APLIKASI BEAUVERIA BASSIANA

PENGENDALIAN PENGGEREK BUAH KOPI (PBKo) DENGAN APLIKASI  BEAUVERIA BASSIANA
Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei (Ferr.) atau biasa disebut PBKo termasuk bangsa kumbang (Coleoptera) berwarna hitam coklat atau hitam mengkilap. Hama PBKo menyerang buah kopi yang masih hijau, merah, dan yang sudah kering hitam. PBKo menyerang buah kopi pada saat buah bijinya mulai mengeras. Gejala serangan berupa bekas lubang gerekan pada buah kopi. Akibat gerekan tersebut biji kopi menjadi berlubang sehingga menurunkan mutu kopi. Kerusakan yang ditimbulkan dapat menurunkan produksi 10-40%. Perilaku Serangga Hama PBKo yang perlu kita ketahui adalah bahwa serangga betina aktif terbang pada jam 16:00 -18:00 dan mampu terbang hingga 350 m. Serangga hanya berbiak pada buah kopi (Coffea spp.). Salah satu pengendalian hama PBKo yang dianjurkan adalah pengendaian secara biologis yaitu penggunaan cendawan Beauveria Bassiana yang merupakan musuh alami hama PBKo. Penggunaan musuh alami terutama untuk kebun kopi yang mempunyai intensitas serangan < 50%, Cara penyiapan suspensi adalah sebagai berikut: siapkan 10 l air bersih, masukkan dlm ember plastic; tambahkan 10-20 ml surfaktan (emulgator) kemudian diaduk; ambil kain saring (sifon), masukkan 2-4 gr spora kering Bby.: remas-remas kain saring berisi spora sampai spora habis tersuspensi, masukkan suspensi ke dalam tangki penyemprot . Aplikasi penyemprotan dapat dilakukan pagi atau sore hari diulang 1-2 minggu sekali dengan dosis per ha 50-100 gr spora kering atau 2,5 kg biakan padat. Aplikasi dilakukan sebanyak 3 kali per musim panen. Pengamatan dilakukan 1 minggu setelah aplikasi. Yang diamati adalah jumlah buah/ranting, jumlah buah berlubang, jumlah PBKo terinfeksi. Setelah petik bubuk,lelesan, racutan, buah hasil sanitasi direndam air panas. Penyimpanan biji kopi harus dengan kadar air dibawah 12,5%. Dengan pengendalian secara biologis ini diharapkan mampu menekan serangan hama PBK0. (Sri Suryani M. Rambe, BPTP Bengkulu)