Pengendalian Penyakit Antraknosa dan busuk ujung buah (blossom end rot) Pada Tanaman Semangka
Di dalam usaha tani semangka, hama dan penyakit dapat merupakan kendala penting. Sebab, hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budi dayanya. Di daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit terus berlangsung tanpa henti. Sedangkan di daerah subtropika dan daerah dingin, pemasak tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin. Akibatnya, kerusakan oleh hama dan penyakit akan berlangsung tems sepanjang tahun. Apalagi bila suatu saat kondisi ikiim sangat cocok, maka hama dan penyakit akan tumbuh berkembang secara subur dan cepat Perlu diperhatikan bahwa pestisida yang digunakan dalam pemberantasan hama/ penyakit jangan sampai membunuh lebah yang membantu penyerbukan. Adapun jenis Pengendaliannya dan pengendaliannya dapat dilihat lebih rinci adalah sebagai berikut : 1. Penyakit antraknosa Penyakit ini telah ditemukan di seluruh areal pertanaman semangka dan termasuk penyakit yang cukup merusak. Serangannya dapat terjadi pada saat tanaman masih berada di kebun atau selama dalam pengangkutan. Serangan pertama tampak pada daun: timbul bercak-bercak hitam kemudian selumh daun menjadi hitam mengering. Apabila iklimnya mendukung penyakit ini, maka seluruh daun mengering, batang tanaman tampak menjalar di sela-sela daun kering. Buah yang terserang saat masih muda tidak akan berbentuk sempurna. Buah yang terserang pada saat sudah tua akan tampak bercak-bercak hitam, kemudian bercak-bercak cekung basah, ditumbuhi massa spora berwama krem sampai hitam. Penyebab Colletotrichum lagenarium (Pass.) Ell. et Halst. Pengendalian - Sanitasi dan drainase kebun dijaga sebaik-baiknya. - Penyakit diberantas dengan Dithane M 45 atau Difolan dosis 0,2 dengan selang waktu 7-10 hari. 2. Penyakit busuk ujung buah (blossom end rot) Kapang ini menyerang saat buah mulai terbentuk. Serangannya baru tampak setelah buah berukuran seperempat buah normal. Bagian buah yang terserang berwama hitam bonyok dengan bentuk tidak normal. Bagian ini akhirnya membusuk, mengerut, dan keriput. Bagian lain tetap berwama dan berbentuk normal. Seluruh bagian buah dapat ter-serang. Penyebab Phytium debaryanum Hesse dan P. aphanidermatum (Eds) Fitz Pengendalian Pencegahan dan pemberantasan penyakit ini belum diketahui. Sebaiknya buah yang terserang segera dimusnahkan (dibakar). Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok