Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSE DAN JAMUR UPAS PADA TANAMAN JERUK

PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSE DAN JAMUR UPAS PADA TANAMAN JERUK
Penyakit antraknose pada tanaman jeruk Mati ranting pada tanaman jeruk bisa disebabkan antara lain oleh serangan penyakit antraknose atau serangan penyakit jamur upas yang keduanya disebabkan oleh adanya serangan jamur pada tanaman (daun, ranting dan buah). Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan ranting menjadi kering dan akhirnya mati. Serangan penyakit ini banyak dijumpai di daerah beriklim basah sepanjang tahun seperti Provinsi Bengkulu. Terdapat beberapa perbedaan antara serangan penyakit antraknose dengann serangan penyakit jamur upas. Gejala tanaman yang terserang penyakit antraknose, pada daunnya terdapat bercak2 warna coklat hingga hitam dan merata hingga ujung tunas menjadi cokla, t selanjutnya akan berkembang ke pangkal menyebabkan mati pucuk. Ada bercak pada buah warna coklat kemerahan, lama2 menjadi cekung Pengendalian antraknose dilakukan dengan membuang dan membakar bagian tanaman yg terinfeksi; menyemprot dengan pestisida berbahan aktif benomyl; serta mencuci buah yg diketahui tercemar saat panen, sebelum terjadi penetrasi (masuk ke dalan)) pada kulit buah. Gejala serangan jamur Upas adalah timbulnya benang2 mengkilap seperti sarang laba2 warna merah muda, jamur bisa masuk dalam kulit menyebabkan kulit membusuk, daun2 gugur, ranting bisa mati. Serangan parah,bwarna merah jambu berubah menjadi abu2. Penyakit ini mudah menyebar ke tanaman lainnya karena percikan air/hujan. Kedua penyakit tersebut (antraknose dan jamur upas) bisa juga dikendalikan dengan penyemprotan larutan bubur kalifornia yg berwarna merah oranye dosis 300ml larutan per tangki. Pembuatan Bubur California/bubur belerang Bahan yang diperlukan dalam pembuatan bubur California adalah 1 bagian serbuk belerang, 2 bagian kapur hidup (CaO), 10 bagian air bersih . Cara membuatnya adalah sebagai berikut: 1) kapur hidup disiram air dingin hingga larut dan mengendap sampai air benar-benar tidak dapat terserap oleh kapur, kemudian bagian air jernih yang tidak terserap dibuang;2) Sepuluh bagian air direbus sampai mendidih, kemudian 1 bagian serbuk belerang dimasukkan sedikit demi sedikit, sambil diaduk dan dipanaskan lagi; 3) Dua bagian endapan kapur mati (CaCO 3) kemudian dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan belerang yang sudah mendidih; dan 4) larutan akan berubah menjadi warna merah yang mengindikasikan bubur california telah jadi, dan siap untuk diaplikasikan sebagai fungisida maupun insektisida. Ir. Sri Suryani M. Rambe, M. Agr