PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae)
A. Faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan penyakit Blas
Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) merupakan penyakit pada padi yang disebabkan oleh cendawan yang dapat mengakibatkan kehilangan hasil panen sekitar 50% - 70%. Penyakit ini menginfeksi pada semua stadia pertumbuhan tanaman mulai dari daun, buku, leher, malai, namun jarang menyerang pada bagian pelepah daun. Inang utama penyakit ini adalah tanaman padi serta dapat juga memanfaatkan tanaman lain seperti jagung maupun rerumputan untuk mempertahankan hidupnya.
Gejala penyakit ini dapat terlihat berupa bercak berbentuk belah ketupat dengan dua ujungnya kurang lebih runcung berwarna coklat pada daun yang terserang dengan titik putih dibagian tengah. Penyakit ini dapat disebarkan melalui angin maupun percikan air yang sudah mengandung cendawan.
Faktor yang mempengaruhi timbul dan berkembangnya penyakit blas:
1. Penggunaan benih rentan
2. Suhu lingkungan (perkembangan optimum pada suhu 24º - 28ºC)
3. Kelembaban udara (dengan pengaturan jarak tanam dan pengaturan air)
4. Pemupukan tidak berimbang (pemupukan N terlalu tinggi)
B. Pengendalian
Pengendalian penyakit Blas dapat dilakukan dengan:
1. Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah.
2. Hindarkan penggunaan pupuk N di atas dosis anjuran.
3. Hindarkan tanam padi terus-menerus sepanjang tahun dengan varietas yang sama.
4. Sanitasi lingkungan harus intensif, karena inang alternatif patogen khususnya kelompok rerumputan sangat potensial sebagai inokulum awal.
5. Hindari tanam padi terlambat dari petani disekitarnya.
6. Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 40 hari setelah sebar.
7. Penyemprotan fungisida sistemik minimum sekali pada awal berbunga untuk mencegah penyakit blas leher dapat dianjurkan untuk daerah endemik blas.
8. Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung).
9. Pemakaian jerami sebagai kompos.