Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT BLENDOK PADA TANAMAN JERUK

PENGENDALIAN PENYAKIT  BLENDOK PADA TANAMAN JERUK
Jeruk merupakan tanaman hortikultura yang banyak diusahakan oleh petani di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. Hingga saat ini luas tanaman jeruk yang berkembang di Kecamatan Tanjung Sari sudah mencapai 185 ha. Hal ini dikarenakan budidaya jeruk dikategorikan dapat sebagai usahatani yang sangat menguntungkan untuk dilakukan.Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh petani jeruk dan sangat merugikan yaitu penyakit blendok. Penyakit Blendok/Diplodia merupakan salah satu penyakit utama pada jeruk. Penyakit Blendok dapat terjadi apabila ada patogen menyerang cendawan Botryodiplodia theobromae Pat. Tingkat serangan penyakit blendok dapat dipakai sebagai tolok ukur terhadap tingkat pemeliharaan yang sudah dilakukan oleh petani, makin intensif pemeliharaan dapat menurunkan tingkat serangan penyakit. Kondisi lingkungan yang mempermudah serangan patogen diantaranya kondisi kekeringan, adanya pelukaan, perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi dan pemeliharaan yang kurang optimal. Gejala penyakit blendok ditandai dengan keluarnya gum/blendok dari batang jeruk yang terinfeksi. Penyakit blendok dapat diketahui dengan mudah apabila tanaman sudah bereaksi terhadap serangan patogen dengan mengeluarkan substansi pertahanan berupa blendok (gum/gumosis). Ada dua jenis blendok yaitu basah dan kering. Blendok basah ditandai dengan batang, cabang, atau ranting yang terserang mengeluarkan blendok berwarna kuning keemasan dan pada stadia lanjut, kulit tanaman mengelupas. Sedangkan blendok kering ditandai dengan kulit batang atau cabang tanaman yang terserang akan mengering tanpa mengeluarkan blendok, sehingga gejalanya lebih sulit diamati. Pada bagian celah kulit terlihat adanya masa spora jamur berwarna putih atau hitam. Serangan pada batang utama akan lebih berbahaya dibandingkan pada cabang atau ranting. Serangan yang melingkar pada cabang mengakibatkan bagian tanaman diatas serangan akan kering dan mati.Pengendalian terhadap penyakit blendok diantaranya dilakukan dengan cara : 1. Sanitasi Lahan, yaitu dengan menjaga kebersihan kebun dengan memangkas ranting kering dan cabang yang terserang penyakit, dan ranting pangkasan dibakar atau ditimbun. 2. Perbaikan saluran drainase (Cahyani et.al., 2013). Untuk mengurangi kelembaban yang tinggi, saluran drainase perlu dipelihara atau diperbaiki sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam mengalirkan air dari kebun sehingga tanah tidak terlalu lembab.3. Menjaga alat pertanian; pisau, gunting pangkas maupun alat lainnya selalu dicuci bersih dan diolesi kapas yang dibasahi alkohol 70% atau clorox 0,5% sebelum dan setelah digunakan.4. Menyaput/melabur batang dan cabang dengan bubur california atau fungsida yang berbahan aktif Cu. Pelaburan dilakukan pada awal dan akhir musim hujanPenyakit blendok atau cendawan dan jamur kerak yang biasa menyerang batang dapat dikendalikan dengan bubur california. Bubur California dapat dibuat sendiri dengan bahan baku yang mudah diperoleh. Untuk membuatnya, cukup sediakan serbuk belerang (belerang halus), kapur gamping (yang sudah halus) dan air. Ketiga bahan tersebut kemudian direbus dalam wadah atau tong dengan perbandingan 1:2:10 sampai tercampur rata dan mendidih. Kemudian tunggu sampai warna berubah menjadi kuning kemerahan. Setelah selesai dipisahkan antara larutan jernih dengan endapannya dan bubur california siap diaplikasikan.Cara aplikasi bubur california bisa melalui dua cara yaitu penyemprotan dan penyaputan. Penyemprotan dilakukan dengan mencampur larutan yang jernih dan air bersih, sedangkan penyaputan yang biasa dilakukan pada batang menggunakan endapan yang ada dan dicampur dengan perekat. Perlu diketahui bahwa bubur california setelah proses pembuatannya selesai kemudian dibiarkan sampai dingin akan terjadi pengendapan. Larutan yang mengendap digunakan untuk penyaputan dan larutan yang diatas yang jernih digunakan untuk sebagai bahan penyemprotan. Penulis : ( Mellyanti Dewi, SP. Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanjugsari ) Sumber: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/penyakit-blendok-dan-cara pengendaliannya-pada-tanaman-jeruk/