Tanaman jagung yang terserang penyakit bulai tidak hanya menurun produksinya tetapi bisa juga tidak panen.Perkembangan dari penyakit ini adalah melalui spora. Waktu keluarnya spora pada pagi hari, jam 04,00 sampai dengan 05,30. Gejala serangan penyakit ini secara umum adalah: (1) Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas (2) Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari) (3) Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku (4) Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol (5) Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan) (6) Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir. Untuk mengendalikan penyakit bulai pada tanaman jagung, yang pertama perlu di perhatikan yaitu mempelajari karakter penyakit tersebut. Penyakit bulai dapat tumbuh dan berkembang pada tanaman apabila daun tanaman tersebut masih terdapat air gutasi. Spora bulai apabila menempel pada air gutasi akan berkembang dan akan menyerang tanaman jagung melalui jaringan tulang daun tetapi apabila tanaman jagung tersebut sudah tidak ada air gutasinya maka biarpun spora tersebut menempel pada daun jagung maka spora tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang. CARA PENGENDALIAN YANG EFEKTIF I. Langkah Pertama 1) Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa2) Hand speyer yang telah berisi air biasa di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam3) Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai. II. Langkah Kedua 1) Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa dan fungisida2) Hand speyer yang telah berisi air biasa dan fungisida di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam3) Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai. Pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung dengan cara seperti tersebut diatas, semoga dapat bermanfaat bagi para petani dalam membudidayakan tanaman jagung, sehingga tanamannya dapat berproduksi semaksimal mungkin dan dapat meningkatkan pendapatan para petani. (OLeh Yulia puspita, PP Kab.bojonegoro)