Buah naga (Hylocereus sp.) merupakan salah satu tanaman buah yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Kandungan gizi pada buah naga cukup tinggi antara lain vitamin C, vitamin B2 dan B3, magnesium, zat besi, kalsium, juga kaya akan antioksidan dan zat pewarna alami/antosianin. Manfaat buah naga bagi kesehatan yaitu penyeimbang kadar gula darah, mencegah sembelit, membersihkan darah, menguatkan ginjal, menyehatkan lever, menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, megurrangi keluhan panas dan sariawan, menstabilkan tekanan darah. Mengurangi kolesterol, mencegah kanker usus dn perawatan kecantikan dll. Tanaman buah naga diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Cara ini biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman. Perbanyakan dengan cara vegetatif menggunakan stek cabang atau batang. Syarat batang atau cabang yang digunakan untuk stek harus dalam keadaan sehat, keras, tua, sudah berbuah, dan berwarna hijau kelabu. Ukuran stek yang ideal antara 20-30 cm. Cara vegetatif relatif lebih banyak digunakan karena lebih mudah dan lebih cepat menghasilkan buah. Serangan patogen yang disebabkan oleh cendawan atau bakteri dengan bantuan angin, percikan air hujan, serangga dan manusia penyebaraannya lebih cepat dibandingan penyebaran hamaa. Patogen yang sering muncul dan menyerang tanaman buah naga adalah patogen penyebab penyakit busuk batang/sulur. Pada umumnya penyakit busuk batang menyerang pada awal penanaman buah naga. Beberapa cendawan patogen penyebab penyakit busuk batang kuning adalah Bipolaris cactivora, Fusarium proliferatum dan Fusarium Solani. Gejala serangan yang ditemukan cukup bervariasi seperti, busuk batang pada bagian bawah/pangkal batang dengan warna kuning atau coklat, busuk lunak pada pinggir/tepi batang dengan warna coklat dan kuning, busuk lunak pada cabang produktif atau ujung batang, busuk batang dengan bercak kuning dan hitam mirip serangan antraknose. Cara Pengendaliannya adalah : 1. Lakukan pengendalian dilakukan sedini mungkin dengan cara membuang bagian batang yang busuk. 2. Pembuatan bubur bordo, dibuat dengan cara mencampurkan CuSO4, kapur dan air dengan perbandingan 1:1:100. 3. Penggunaan patogen yang bersifat ramah lingkungan, salah satunya dengan menggunakan Trichoderma harzianum.. 4. Aplikasi dengan menggunakan pasta fungisida dengan cara dioleskan pada bagian batang. Penulis : Ely Novrianty (BPTP Lampung) Sumber: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika), Kementerian Pertanian