Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG/BUSUK AKAR PADA TANAMAN JERUK

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG/BUSUK AKAR PADA TANAMAN JERUK
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai pada pertanaman jeruk Gerga di daerah beriklim basah adalah penyakit busuk akar/busuk pangkal batang. Kebun yang terlalu lembab banyak terserang penyakit ini yang disebabkan oleh jamur Phytopthora spp. Jamur dapat bertahan lama di tanah, sehingga sewaktu-waktu dapat menyerang tanaman pada saat kondisi mendukung jamur untuk melakukan infeksi. Infeksi dapat terjadi melalui luka alami, luka karena alat pertanian, atau luka karena serangga. Penularan dapat terjadi lewat air hujan dan air yang mengalir di permukaan tanah. Penyakit ini berkembang pada kebun-kebun yang mempunyai temperatur tanah yang cukup tinggi, pH yang agak masam dan perkembangannya sangat cepat pada keadaan lembab dan pada umumnya kerusakan akar terjadi pada musim hujan. GEJALA PENYAKIT Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan daun tanaman yang menguning yang dimulai pada sebagian cabang atau ranting. Posisi akar yang busuk dapat dilihat pada posisi cabang/ranting yang menguning. Terlihat adanya busuk akar dan pangkal batang apabila tanah sekitar pangkal batang digali Pembusukan dimulai dari pangkal batang dekat dengan permukaan tanah sampai setinggi 40 cm. Jamur berwarna putih tumbuh dan terlihat pada kulit akar yang terserang Jaringan tanaman yang terserang berubah warna coklat, yang kemudian kulit mengelupas dan jatuh. Tanaman tampak segar pada pagi hari dan layu pada siang hari. Serangan parah dapat menyebabkan luka keliling pangkal batang dan mengakibatkan kematia Cara pengendalian penyakit Pencegahan penyakit Pengendalian penyakit busuk akar dan pangkal batang jeruk ini dilakukan dengan cara memberikan kompos Trichoderma pada awal tanam untuk pencegahan. Pemberian kompos Trichoderma dengan cara dimasukkan pada lubang tanam sebanyak 5 Kg Pemberian kompos matang secara rutin pada lahan disekitar pangkal batang tanaman jeruk hingga tajuk terluar minimal 6 bulan sekali. Selanjutnya dilakukan penyemprotan larutan jamur Trichoderma dosis 2 gr/liter air, pada pangkal batang tanaman jeruk setiap bulan. 2. Pengendalian tanaman terserang penyakit Jika terlihat gejala penyakit, segera lakukan pembongkaran pada bagian pangkal batang dengan cara digali dan dipotong bagian akar yang terserang dibersihkan dengan air Oleskan fungisida pada bagian akar yang sudah dipotong. Biarkan pangkal batang dan bagian akar terbuka terkena sinar matahari beberapa saat hingga kering agar jamur patogen mati. Pada pangkal batang jeruk tersebut diberikan kompos Trichoderma sekitar 2 ember atau lebih tergantung umur tanaman, kemudian ditutup kembali. Untuk hasil yang lebih baik, pada tanaman yang terserang disiram dengan larutan starter Trichoderma setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gr/liter air. Jika dalam beberapa minggu gejala serangan tidak berkurang dengan cara tersebut, maka akar di cek lagi apakah masih ada yang busuk. Jika masih ada akar yang busuk, maka dilakukan pemotongan kembali dan diberikan/disaputkan fungisida dengan bahan aktif seperti benomyl pada pangkal batang dan akar tanaman yang terserang. Perkembangan tanaman di amati secara intensif. Tanaman yang mulai sembuh dan membaik dicirikan dengan warna daun tanaman yang mulai menghijau dan tumbuhnya tunas baru. (Sri Suryani M.Rambe dan Kusmea Dinata) Sumber: Balitjestro