Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT KRESEK PADA PADI

PENGENDALIAN PENYAKIT KRESEK PADA PADI
Gejala Serangan dan Kerusakannya Pada tanaman yang berumur kurang dari 30 hari (persemaian atau awal pindah tanam), gejalanya disebut kresek dengan dicirikan daun berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung. layu kemudian mati.Setelah fase pembentukan anakan maksimal hingga fase pemasakan, gejala serangannya disebut hawar dengan diawali adanya bercak kelabu (water soaked) pada tepi daun, bila gejalanya meluas maka seluruh helaian daun akan mengering (klaras). Pengendalian secara fisik/mekanik- Sanitasi, membersihkan lahan dari sumber-sumber infeksi dan gulma.Pengendalian secara kultur teknis- Penggunaan varietas tahan dan pergiliran varietas untuk menekan pembentukan strain baru- Perlakuan benih, menghasilkan bibit tanaman yang sehat dan menekan perkembangbiakan bakteri patogen.- Pengaturan sistem tanam.- Pemupukan berimbang. - Penggunaan bibit muda - Hindari pemotongan pucuk Pengendalian secara biologisChorine bacterium merupakan salah satu bakteri yang bisa menekan perkembangan bakteri patogenik, aplikasinya pada saat perendaman benih dan penyemprotan pada umur 20 dan 40 hari setelah tanam Pengendalian secara kimiawiBerikut beberapa pestisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan serangan penyakit kresek :- Pestisida berbahan aktif tembaga, penggunaannya bisa dicampurkan dengan pemupukan. Beberapa contoh merek dagangnya antara lain : Champion 77Wp, Kocide 54 WDG, Funguran 80 WP, Nordox 56 WP- Pestisida berbahan aktif antibiotik : Bactocyn 150 SL (teramisin 150 g/l), Kresek 150 SL (oksitetrasiklin 150g/l) dan Puanmur 50 SP (chlorobromoisosianuric A / CBIA 50%)Pemaikaian pestisida dilakukan secara bijaksana, gunakan dengan tepat (tepat sasaran, jenis, dosis, waktu dan cara aplikasinya). Sumber : Dari berbagai sumberPenyunting : 1. Sujana, SP. (PP BPP Sindang) 2. Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten)