Jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) merupakan komoditas unggulan di di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. Olahan jeruk kalamansi yang berupa sirup sangat diminati masyarakat di Bengkulu maupun diprovinsi lain. Penyediaan buah jeruk yang sehat menjadi masalah dalam pengembangan produk olahan sirup kalamansi. Terbatasnya produksi buah jeruk kalamansi yang sehat salah satunya disebabkan adanya serangan penyakit. Penyakit kudis merupakan penyakit utama pada jeruk kalamansi, karena serangan penyakit kudis mampu menurunkan mutu fisik dan kimia buah jeruk kalamansi. Pembentukan tunas dan buah baru merupakan fase kritis tanaman terhadap serangan penyakit kudis. Penyakit kudis mulai menyerang tanaman jeruk kalamansi pada pembibitan batang bawah dan menjadi masalah utama pada musim hujan. Selain itu, penyakit ini juga menyerang pada fase buah fruitset kemudian penyakit berkembang seiring dengan umur buah dan menjadi semakin parah apabila kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit yaitu kelembaban yang tinggi. Penyakit kudis disebabkan oleh jamur patogen. Patogen ini menyerang buah jeruk mulai dari fase buah pentil hingga buah dewasa. Jamur penyebab penyakit kudis pada buah jeruk antara lain Paceloma fawcetti Jerkin, Elsinoë fawcettii atau Elsinoë australis. Gejala pada buah ditandai dengan terdapat bercak pada permukaan kulit buah berwarna putih kekuningan, agak menonjol seperti gabus mirip seperti kudis. Serangan penyakit ini dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas buah. Penyakit kudis dapat menyebar dalam jarak dekat melalui konidia dengan perantaraan percikan air hujan, embun, atau irigasi curah. Penyebaran penyakit kudis jarak jauh dapat melalui askospora dengan perantaraan angin dan juga dengan perantaraan bibit. Pengendalian penyakit kudis jeruk dapat dilakukan dengan melakukan pembibitan di lokasi yang kering atau di dalam rumah kaca. Pengendalian dengan menanam kultivar tahan sebaiknya dilakukan di tempat-tempat di mana penyakit kudis merupakan masalah. Pemangkasan atau wiwilan harus dilakukan secara teratur untuk mengurangi kelembaban. Pengendalian penyakit kudis dengan cara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan pada awal pertumbuhan tunas dan buah pentil dengan menggunakan fungisida Thiaphanatemethyl atau Benomyl. Perlu menjaga pertanaman jeruk agar kelembaban tidak terlau tinggi.