Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN TOMAT

PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN TOMAT
PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN TOMAT Penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat masih merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti petani di wilayah binaan desa Bontongan, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Kerugian yang ditimbulkan bisa menjadi sangat besar, bahkan bisa mengancam gagal panen. Betapa tidak, tanaman yang mati bisa terus bertambah dampai diatas 80 %. Bila sudah ditemukan gejala di lahan maka akan sangat sulit untuk di kendalikan. Sejauh ini pengendlian penyakit masih sangat sulit dilakukan. Namun kita masih mungkin untuk melakukan tindak pencegahan antara lain : Menggunakan varietas yang cenderung tahan penyakit layu. Dewasa ini perkembangan pemulia tanaman sangat cepat. Dan akan sangat mudah menemukan berbagai merk bibit di toko-toko pertanian. Dan biasanya pada kemasan terdapat keterangan tentang sifat bibit, termasuk ketahanan terhadap penyakit. Memperbaiki derajat keasaman tanah. diupayakan keasaman tanah berada pada kisaran ph 6 – 7. Menggunakan mikroba antagonis. Ada beberapa jenis mikroba antagonis yang layak dipakai antara lain ada Trichoderma sp, Gliocladium spp, Pseudomona Fluorescens, dan salah satu yang layak dicoba adalah menggunakan agens hayati Corrinebacterium sp. Agens hayati tersebut diatas telah banyak diteliti daya antagonistisnya dalam mengendalikan berbagai macam penyakit tanaman. Teknik aplikasi bisa dilakukan secara tunggal, atau dikombinasikan satu sama lain. Aplikasi juga dapat dilakukan dengan mencampurnya dengan pupuk kandang yang dijadikan sebagai pupuk dasar. Dengan harapan akan melindungi tanaman sedari awal. Salah satu agens hayati yang pantas untuk diuji lebih lanjut adalah agens hayati Corrinebacterium sp. Untuk beberapa penyakit banteri dan jamur telah memberikan dampak yang baik. Diantaranya penyakit kresek dan blast pada tanaman padi. Begitu juga dengan penyakit karat pada kacang tanah. beberapa petani juga telah mengaplikasikan pada tanaman tomat dan cabai dan menunjukkan hasil yang memuaskan, namun pun belum dilakukan dengan kaidah metode ilmiah,. Memperbaiki sirkulasi udara dan air dalam lahan akan cukup membantu. Serta Menerapkan pemukan secara berimbang untuk mendapatkan kondisi tanaman yang vigor sehingga tidak mudah terserang. (Syamsuddin, SP) penulis : Syam Verifikasi : usman