Loading...

Pengendalian Penyakit pada Kambing

Pengendalian Penyakit pada Kambing
Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah : cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf dan koksidiosis. Kudis (Kurap/Scabies) Tanda-tanda : gelisah karena gatal, bulu rontok kulit merah dan menebal. Tempat yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor, leher, dll Pencegahan : kebersihan dan pemisahan ternak sakit Pengobatan Obat tradisional Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh. Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x sehari sampai sembuh. Obat pabrikan Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit). Cacingan : Penyebab : cacing gilig, cacing pipih dan cacing pita Tanda-tanda : kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret. Pencegahan : Jagalah kandang tetap bersih dan kering, Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat Kompos, Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah), Jangan berikan rumput yang masih berembun, Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah. Pengobatan : Obat tradisonal Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). Obat pabrikan Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali. Kembung perut (Bloat/Thympani) : Penyebab : gas yang timbul oleh makanan (rumput muda) Tanda-tanda : perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan Pencegahan : jangan diberi rumput muda. Pengobatan : berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut perut kambing. Apabila ada ternak yang sakit, harus segera dipisahkan dari kelompoknya agar yang lainnya tidak tertular. Diare : Penyebab : Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa.Tanda-tanda : Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan; Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian; bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran. Pencegahan : Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare dan Jagalah kandang tetap bersih. Pengobatan Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat. Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak. Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Keracunan : Penyebab : Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida. Tanda-tanda : Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan kematian mendadak. Pencegahan Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun. Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot pestisida. Pengobatan Berikan air kelapa Berikan norit 2-3 tablet. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Disusun Oleh: Deni Supriana (PP BPP Malausma - Kab. Majalengka) Sumber: http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/panduan-petunjuk-teknis-brosur/131-teknologi-budidaya-kambing