Di dalam usaha tani semangka, hama dan penyakit dapat merupakan kendala penting. Sebab, hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budi dayanya. Di daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit terus berlangsung tanpa henti. Sedangkan di daerah subtropika dan daerah dingin, pemasak tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin. Akibatnya, kerusakan oleh hama dan penyakit akan berlangsung tems sepanjang tahun. Apalagi bila suatu saat kondisi ikiim sangat cocok, maka hama dan penyakit akan tumbuh berkembang secara subur dan cepat Perlu diperhatikan bahwa pestisida yang digunakan dalam pemberantasan hama/ penyakit jangan sampai membunuh lebah yang membantu penyerbukan. Adapun jenis Penyakit dan pengendaliannya dapat dilihat lebih rinci adalah sebagai berikut : - Penyakit tepung (powdery mildew) Gejala serangan penyakit ini tampak pada daun atau batang muda yang dilapisi semacam tepung berwama putih Bila seluruh daun terkena serangan, daun menjadi cokelat dan mengeriput, pertumbuhan tanaman terhambat, tanaman menjadi lemah. Pada serangan yang cukup hebat, daun dan batang itu akan mati. Buah yang dihasilkan menderita luka bakar oleh panas matahari. Penyebab Erysiphe cichoracearum DC ex Merat Pengendalian Penyakit ini dicegah atau diberantas dengan Benlate (dosis 0,06) dengan selang waktu penyemprotan 10-15 hari. - Penyakit busuk daun/ penyakit tepung palsu (downy mildew) Gejala serangan penyakit ini tampak berbentuk bercak- bercak kuning pada daun. Bercak ini kemudian akan berubah menjadi cokelat kemerahan, akhimya kering dan mati. Bila tanaman tidak mati, biasanya buahnya tidak masak. Rasa buah menjadi tawar tanpa aroma. Penyebab Pseudoperonospora cubensis (Berck dan Curt) Rostow. Pengendalian Untuk mencegah penyakit ini digunakan Dithane M-45 (dosis 0,18), Lonacol (dosis 0,2-0,3), atau Manzate (dosis 0,2-0,3) dengan selang waktu penyemprotan 7-10 hari. Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok