Loading...

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT PADA TANAMAN PADI

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT PADA TANAMAN PADI
Wereng batang coklat berukuran kecil, nimpa yang baru menetas berukuran Wereng batang coklat mampu beradaptasi terhadap pergantian varietas tahan, dengan membentuk biotipe ataupun koloni baru yang lebih ganas. Wereng batang coklat dewasa mempunyai dua bentuk sayap, yaitu dewasa sayap panjang (makroptera) dan dewasa sayap pendek (brakhiptera). Bentuk makroptera merupakan indikator populasi pendatang dan emigrasi, sedangkan brakhiotera merupakan populasi penetap yang biasanya menghasilkan keturunan yang menyebabkan kerusakan tanaman. Populasi wereng batang coklat dapat meningkat lebih tinggi dengan aplikasi insektisida yang tidak bijaksana, karena dapatmengakibatkan resistensi (hama menjadi kebal) dan resurjensi (populasi menjadi berkembang lebih cepat terutama karena musuh alaminya musnah). Pengendaliannya : I. Pratanam (persiapan “ persemaian) a. Persiapan benih unggul bersertifikat yang tahan terhadap koloni wereng batang coklat setempat. b. Eradikasi / sanitasi singgang atau sisa tanaman yang terserang virus kerdil rumput dan kerdil hampa. c. Peningkatkan pengamatan populasi wereng batang coklat sejak awal persemaian. d. Pemusnahan bibit/persemaian yang terserang beras wereng batang coklat. II. Fase tanaman muda (tanam “ anakan maksimum/ a. Menanam varietas yang tahan / toleran terhadap populasi wereng batang coklat di daerah masing-masing. Hindari menanam varietas rentan/peka.b. Menanam sistim jajar legowo dan pemupukan berimbang.c. Tanaman yang terserang wereng batang coklat berat dilakukan sanitasi selektif / eradikasi, demikian juga tanaman yang bergejala virus kerdil rumput dan kerdil hampa dilakukan sanitasi selektif /eradikasi.d. Penggunaan insektisida efektif untuk wereng batang coklat yang terdaftar dan diijinkan untuk tanaman padi. Aplikasi pada saat mencapai ambang pengendalian : populasi > 10 ekor/ rumpun pada tanaman berumur III. Fase Primordia “ tanaman tua ( > 40 hari setelah tanam / primordia “ menjelang panen)a. Tanaman yang terserang berat dilakukan sanitasi / eradikasi selektif dan yang puso dieradikasi total. b. Penggunaan insektisida apabila populasi > 20 ekor / rumpun pada tanaman berumur > 40 hari setelah tanam. c. Penggunaan insektisida dan teknik aplikasinya harus memenuhi 6 tepat (jenis, dosis, konsentrasi dan volume semprot, sasaran, cara, dan waktu) Ditulis kembali : Ely Novrianty (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung) Sumber : Dianto MS, Achmad Imroni, Urio SR (Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan)