Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah/digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. Kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2,13 %. Pada saat ini cara pengeringan padi telah berkembang dari cara penjemuran menjadi pengering buatan. Pengeringan Padi dengan Cara Penjemuran Penjemuran merupakan proses pengeringan gabah basah dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Untuk mencegah bercampurnya kotoran, kehilangan butiran gabah, memudahkan pengumpulan gabah dan menghasilkan penyebaran panas yang merata, maka penjemuran harus dilakukan dengan menggunakan alas. Penggunaan alas untuk penjemuran telah berkembang dari anyaman bambu kemudian menjadi lembaran plastik/terpal dan terakhir lantai dari semen/beton. Berikut ini cara penjemuran gabah basah. (a) Cara penjemuran dengan lantai jemur Dari berbagai alas penjemuran tersebut, lantai dari semen merupakan alas penjemuran terbaik. Permukaan lantai dapat dibuat rata atau bergelombang. Lantai jemur rata pembuatannya lebih mudah dan murah, namun tidak dapat mengalirkan air hujan secara cepat bahkan adakalanya menyebabkan genangan air yang dapat merusakkan gabah. Lantai jemur bergelombang lebih dianjurkan, karena dapat mengalirkan sisa air hujan dengan cepat. berikut ini cara penjemuran dengan lantai jemur : ¢ Jemur gabah di atas lantai jemur dengan ketebalan 5cm - 7cm untuk musim kemarau dan 1cm - 5cm untuk musim penghujan. ¢ Lakukan pembalikan setiap 1 - 2 jam atau 4 - 6 kali dalam sehari dengan menggunakan garuk dari kayu. ¢ Waktu penjemuran : pagi jam 08.00 - jam 11.00, siang jam 14.00 - 17.00 dan tempering time jam 11.00 - jam 14.00. ¢ Lakukan pengumpulan dengan garuk, sekop dan sapu. (b) Cara penjemuran dengan alas terpal/plastik Alas terpal/plastik dapat juga dipakai untuk alas penjemuran. Beberapa keuntungan penggunaan alas terpal/plastik adalah : ¢ Memudahkan pengumpulan untuk pengarungan gabah pada akhir penjemuran. ¢ Memudahkan penyelamatan gabah bila pada waktu penjemuran hujan turun secara tiba-tiba. ¢ Dapat mengurangi tenaga kerja buruh di lapangan. Berikut cara penjemuran dengan alas terpal/plastik : ¢ Jemur gabah di atas alas terpal/plastik dengan ketebalan 5 - 7 cm untuk musim kemarau atau 1- 5 cm untuk musim penghujan. ¢ Lakukan pembalikan secara teratur setiap 1 - 2 jam sekali atau 4 - 6 kali dalam sehari. Pembalikan dianjurkan tanpa menggunakan garuk karena dapat mengakibatkan alas sobek. ¢ Waktu penjemuran : pagi jam 08.00 - jam 11.00, siang jam 14.00 - 17.00, dan tempering time jam 11.00 - jam 14.00. ¢ Lakukan pengumpulan dengan cara langsung digulung. Sumber : Bank Pengetahuan Tanaman Pangan Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 2010