Pemenuhan pangan asal ternak, tidak terbatas pada ternak ruminansia saja, tetapi juga berasal dari unggas (ayam). Salah satu komoditas ternak penghasil pangan (daging dan telur) adalah ayam bukan ras (buras), sering juga disebut sebagai ayam kampung atau ayam lokal. Mengingat populasinya yang cukup tinggi, maka secara nasional ayam lokal mempunyai peran sebagai penyedia protein hewani bagi masyarakat, baik dari daging maupun telurnya, sehingga pemerintah menempatkan posisi ayam buras sebagai komoditi utama dalam kebijaksanaan pembangunan peternakan di Indonesia. Sumbangan daging ayam lokal terhadap daging nasional sebanyak 8,50% dan terhadap daging asal unggas sebesar 12,86%. Penggemukan Ayam SENKUB di tingkat rumah tangga tahap pertama yaitu Pemerintah mendistribusi DOC SENKUB dan sarana pendukungnya kepada peternak, yang dilanjutkan dengan proses penggemukan sampai dengan umur 56 hari Setelah ditentukan calon peternak pelaksana penggemukan ayam SENKUB berbasis rumah tangga, selanjutnya peternak difasilitasi kandang boks berukuran 1 m x 2 m yang mampu menampung ayam SENKUB hingga ayam siap untuk dipasarkan (umur 2bulan). Keunggulan daging ayam lokal dibandingkan dengan ayam broiler adalah rasa dan tekstur dagingnya yang khas dan mempunyai pangsa pasar tersendiri di masyarakat. Salah satu keunggulan daging ayam lokal dibanding ayam broiler adalah warna daging yang lebih merah yang mengindikasikan daging ayam lokal mengandung zat besi yang lebih tinggi dibanding ayam broiler. Kelebihan daging ayam KUB dibanding daging ayam lokal adalah kandungan protein yang lebih tinggi yang mencapai 22,71% (protein tertinggi pada daging) vs 19,84% yang diikuti dengan kandungan asam amino essensial yang lebih tinggi (12,84% VS 9,30%). Peran ayam lokal terhadap produktivitas daging nasional masih bisa ditingkatkan dengan meningkatkan produktivitasnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah menghasilkan ayam lokal unggul hasil penelitian yang diberi nama Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang dilepas sebagai salah satu galur unggul nasional dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 698/Kpts/ PD.410/2/2013. Ayam KUB merupakan ayam kampung murni dengan keunggulan produksi telur tinggi, yakni 60% henday dengan sifat mengeram 10% dari total populasi. Belakangan ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan Ayam Sentul Terseleksi (Ayam Sensi-1) Agrinak yakni galur baru ayam lokal yang mempunyai keunggulan memproduksi daging.Bobot badan hidup ayam Sensi-1 Agrinak umur 70 hari jantan 1.066 g/ekor dan betina 745 g/ekor. Ayam Sensi-1 Agrinaktelah ditetapkan sebagai galur ayam lokal pedaging asli Indonesia. Dalam perkembangannya, Balitnak telah menyilangkan galur pejantan SenSi-1 Agrinak dengan ayam betina KUB dan diberi nama SENKUB. Umur panen Ayam SENKUB sekitar 70 hari, dan dengan pakan yang tepat mampu menghasilkan bobot badan yang lebih tinggi dari ayam lokal pada umumnya Selama proses penggemukan (sekitar 56 hari) ayam ditempatkan dalam kandang boks, selama 1 bulan pertama diberi pemanas siang dan malam. VaksinasiND(Newcastle disease) dan IB (infectious bronchitis) dilakukan pada umur 4 hari, dilanjutkan umur 7 hari vaksinasi IBD (Gumboro)-1 dan umur 21 hari vaksinasi IBD (Gumboro)-2, serta umur 28 hari vaksinasi ND.Pada 2 hari sebelum dan sesudah vaksinasi diberikan multivitamin, seperti Vita Stress atau Fortevit untuk meningkatkan stamina dan mengurangi stress. Pengambilan data teknis penggemukan Ayam SENKUB dilakukan setiap 2 minggu meliputi: pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan, dan mortalitas. (Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.) (Sumber: Subiharta, Agung Prabowo. Pengkajian Penggemukan Ayam Persilangan Ayam Sentul Terseleksi-Kub (Senkub) Dalam Mendukung Kecukupan Pangan Asal Ternak, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah)