Loading...

PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)
PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK) a. Merupakan hama utama di tanaman kakao. b. Hama PBK termasuk serangga termasuk golongan ngengat yang memiliki ukuran paling kecil di antara anggota ordo Lepidoptra. c. Serangga dewasa meletakkan telur pada permukaan buah, dan buah yang paling disukai untuk peletakkan telur adalah yang memiliki alur paling banyak pada permukaan dengan umur 3-4 bulan (15-20 cm) Imago a. Imago mempunyai ukuran panjang tubuh pada istirahat 7 mm dengan rentang sayap depan mencapai 12 mm. b. Ngengat memiliki warna dasar cokelat dengan warna putih berpola zig-zag sepanjang sayap depan, serta berakhir pada spot warna kuning oranye pada ujung sayap. Ukuran antena lebih panjang dari tubuhnya saat istirahat serta mengarah ke belakang. c. Imago aktif terbang, kawin dan meletakkan telur pada malam hari sejak pukul 00 sampai dengan 07.00. Puncak kawin terjadi antara jam 04.00–05.00. d. Pada siang hari imago bersembunyi ditempat yang terlindung dari sinar matahari, misalnya pada cabang horizontal. e. Lama hidup imago sekitar 7 hari. f. Satu imago mampu menghasilkan telur sebanyak 100 – 200 butir. Telur a. Telur berbentuk oval. b. Panjang 0,45 – 0,5 mm; lebar 0,25–0,30 mm; pipih dan berwarna jingga pada saat baru diletakkan. c. Lama stadium telur 3 – 7 hari. Larva a. Larva yang baru menetas berwarna putih transparan dengan panjang kurang lebih 1 mm. b. Teknik serangan larva: c. Larva langsung menggerek kulit telur yang berbatasan dengan kulit buah kakao. d. Kemudian menggerek ke dalam kulit buah arah tegak lurus hingga mencapai lapisan sklerotik(tempurung). e. Selanjutnya larva langsung mengadakan penetrasi ke dalam buah atau menggerek sepanjang permukaan lapisan sklerotik sebelum akhirnya mencapai bagian biji. f. Setelah mencapai bagian biji, larva menggerek dan makan permukaan dalam kulit buah, daging buah, saluran makanan ke biji (placenta), dan bahkan kotiledon. g. Larva muda kadang-kadang juga menggerek dan makan bagian kulit biji yang sedang berkembang, sehingga biji menjadi lengket satu sama lain, tidak berkembang dan ukuran biji menjadi lebih kecil. Dengan demikian akan mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produk. h. Lama stadium larva 14 – 18 hari pada pertumbuhan penuh panjangnya 12 mm dan berwarna hijau muda. i. Menjelang menjadi kepompong atau pupa, larva membuat lubang keluar pada kulit buah dengan diameter 1 mm. j. Segera setelah larva berada dalam buah, mereka akan merayap pada permukaan buah atau menjatuhkan diri dengan pertolongan benang sutera untuk mencari substrat tempat memupa. Pupa Sebelum menjadi pupa, larva terlebih dahulu memintal benang sutera untuk membuat pelindung pupa atau kokon. Strukturnya menyerupai membran serta kedap air. Selain melekat pada permukaan buah, kepompong juga terdapat pada daun hijau, daun kering, batang, cabang, ranting, gulma, karung, keranjang, kotak tempat buah segar, bahkan pada kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hasil panen. Kokon berbentuk oval, berwarna kuning kotor dan berukuran (13-18mm) x (6-9mm). Kepompong berwarna cokelat, panjang 6–7mm dan lebar 1.0–1.5 mm. Stadium pupa diselesaikan selama 5-7 hari. Gejala Serangan Buah masak sebelum waktunya dan berwarna kuning tidak merata. Buah yang dibelah akan kelihatan warna cokelat kehitaman. Adanya bekas gerekan larva berwarna hitam kecokelatan. Sulit terpisahkan antara biji dengan kulit buah. Buah yang dibelah akan kelihatan warna cokelat-kehitaman. Adanya bekas gerekan larva berwarna hitam kecoklatan. Sulit terpisahkan antara biji dengan kulit buah. Dampak terhadap mutu biji kakao Biji menjadi lengket satu sama lain. Biji tidak berkembang dan ukuran biji menjadi lebih kecil. Penurunan jumlah biji. Penurunan mutu biji –berdampak pada pemotongan harga dan penurunan pendapatan petani. Metode Pengendalian Panen Sering Dengan memanen buah secara serentak dan teratur maka dapat mengendalikan hama PBK pada fase larva. Karena hama PBK meletakkan telurnya pada umur buah 3-4 bulan, dan kebanyakan imago meletakkan telurnya pada umur 3,5 Sementara umur telur sekitar 3–7 hari ditambah larva dalam buah sekitar 14–18 hari. Pada kondisi demikian larva masih sebagian besar berada dalam buah sampai masak awal. Jadi dengan memanen buah setiap 7-10 hari maka larva PBK juga akan ikut terpanen. Pemangkasan Imago tidak menyenangi kondisi cahaya yang terang, dan tidak bisa terbang jauh serta air hujan. Dengan pemangkasan yang baik, cahaya matahari akan masuk ke bagian tanaman. Selain itu, sirkulasi udara baik dan air hujan juga dapat masuk ke bagian tanaman lainnya. Kondisi semacam ini tidak disenangi oleh hama imago PBK, dan akan berpindah pada kebun yang tidak melakukan pemangkasan yang baik dan benar. Sanitasi Ukuran larva sangat kecil dengan panjang maksimal sekitar 12 mm. Saat pembelahan buah, larva banyak yang terikutdi kulit buah, maka dapat mengendalikan hama PBK pada fase larva dan juga kepompong (pupa) yang terikut pada kulit buah. Pemupukan Pemupukan yang cukup dan lengkap akan membuat tanaman lebih sehat dan dapat memberi ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Selain itu, tanaman mampu bertahan jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim. Penulis : Erni, SP BPP Kec.Burau Kab Luwu Timur Sumber : Puslit KOKA Indonesia