Loading...

PENGGEREK POLONG (Etiella Zinckenella)

PENGGEREK POLONG (Etiella Zinckenella)
Penggerek polong E. Zinckenella tersebar luas di dunia sedangkan E. hobsoni hanya di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Australia. Tanaman inang E. Zinckenella selain kedele adalah kacang hijau, kacang panjang, kacang tunggak, kacang kratak, Tephrosia candida, Crotalaria spp. Dan kacang tanah.Imago berwarena keabuabuan dan tertarik pada cahaya. Pada sayap depan E. Zinckenella terdapat garis putih.Telur diletakkan dekat pangkal polong, berwarna putih dan sehari kemudian menjadi jingga. Ketika akan meneta, telur berwarna jingga dan bagian pusatnya berwarna merah agak tua. Telur berbentuk bulat panjang atau menyerupai alpukat. Panjang telur rata-rata 0,6 mm dan umur rata-rata 4 hari.Larva terdiri dari lima instar dengan ukuran dan warna yang berbeda. Instar yang pertama berwarna kekuning-kuningan, kepalanya yang coklat kehitaman lebih lebar daripada badannya. Larva instar kedua “ keempat berwarna kehijau-hijauan dengan garis merah sepanjang badannya yang ditumbuhi bulu-bulu. Instar kelima berwarna kemerah-merahan atau merah kebiru-biruan. Umur larva 13-18 hari. Larva kedua jenis penggerek polong tersebut sangat sulit dibedakan.Pupa dibentuk dalam kokon (rumah pupa), panjangnya 8-10 mm, lebar 2 mm, dan berwarna coklat. Kokon berbentuk bulat telur terbuat dari butiran tanah dan benang pintal.Larva menggerek kulit polong kemudian masuk dan menggerek biji. Sebelum larva menggerek kulit polong, larva menutupi dirinya dengan benang pintal berwarna putih, dengan demikian lubang gerekan dan selubung putih tersebut merupakan ciri khas polong yang terserang penggerek ini. Seekor larva dapat merusak beberapa polong dan biji. Tanda serangan pada biji berupa gerekan dan adanya butiran kotoran berwarna coklat yang terikat oleh benang pintal. (Penulis : Suharyanto S.PKP Penyuluh Pertanian BPP Way Bungur).Sumber: Petunjuk Bergambar Untuk Identifikasi Hama Dan Penyakit Kedelai Di Indonesia, Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu, Jakarta 1992