Loading...

PENGGUNAAN AIR SISTEM BASAH/KERING PADA TANAMAN PADI

PENGGUNAAN AIR SISTEM BASAH/KERING PADA TANAMAN PADI
PENGGUNAAN AIR SISTEM BASAH/KERING PADA TANAMAN PADI Air sangat dibutuhkan tanaman untuk melangsungkan hidupnya, mulai pindah tanam sampai pada saat panen. Ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan usaha tani. Tantangan yang dihadapi dalam penyediaan air untuk usaha tani khususnya tanaman padi adalah sebagai berikut : Ketersediaan air semakin terbatas Intensifikasi tanam masih rendah Efisiensi pemanfaatan air masih rendah Efisiensi masukan (input) produksi sangat ditentukan oleh cara pengelolaan air yang tepat Pendistribusian air antara wilayah hulu dan hilir bahkan antar golongan air masih terdapat kesenjangan yang tinggi Kemarau panjang akibat El-Nino (anomali iklim) DAMPAK PENGGUNAAN AIR BAGI TANAMAN penggunaan air secara berlebihan akan berpengaruh terhadap perubahan sifat tanah yaitu (morfologi,fisika,kimia,mikrobiologi) penggunaan air sesuai kebutuhan tanaman dapat meningkatkan bobot dan kualitas gabah penggunaan air secara “full submergence” ( pertumbuhan penuh ) akan mengurangi hasil 20 – 30 %. LANGKAH YANG DITEMPUH Pengairan berselang (Intermitten) Metode pengairan yang dapat diukur secara praktis, pengairan ini disebut juga pengairan basah-kering (PBK)/Alternate Wetting and Drying (AWD), yaitu pengaturan air di lahan pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian KEUNTUNGAN TEKNIK AWD konsumsi air total nyata berkurang 15-30% dibandingkan teknik pengairan terus menerus produktivitas air (rasio hasil dan irigasi plus curah hujan) meningkat laju perkolasi dan rembesan maupun evaporasi berkurang aktivitas perakaran tanaman meningkat dan mengurangi laju emisi gas rumah kaca (ch4, nox) meningkatkan aerasi di daerah perakaran sehingga memperbaiki kapasitas tanaman dalam menyerap hara PENGATURAN AIR BERSELANG Sistem pengairan berselang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : saat pengolahan tanah kondisi air sedalam 10 – 15 cm ( setinggi polok) saat tanam kondisi air macak macak pertumbuhan anakan aktif air sedalam 3 – 5 cm saat penyiangan dan pemupukan air sedalam 5 – 10 cm saat berbunga air sedalam 5 – 7 cm saat masak susu air sdalam 10 cm 10 – 15 hari pada saat masak petakan dalam keadaan kering Ditulis oleh : M. Sugeng Priyanto, STP, BPP Kecamatan Karas, Kab. Magetan