Loading...

Penggunaan Trichoderma Sp untuk Mencegah Layu Fusarium pada Tomat

Penggunaan Trichoderma Sp untuk Mencegah Layu Fusarium pada Tomat
Layu fusarium adalah salah satu penyakit yang menular melalui tanah. Fusarium ini termasuk dalam jenis jamur. Serangan penyakit ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan bahkan bisa mengakibatkan tanaman mati. A. Ciri-ciri Tanaman Terserang Layu Fusarium Gejala awal tulang-tulang daun sebelah atas menjadi pucat, tangkai daun merunduk dan tanaman menjadi layu dalam 2 – 3 hari setelah infeksi. Jika tanaman sakit dipotong dekat pangkal batang akan terlihat mirip cincin. B. Cara Pengendalian Layu Fusarium Cara pengendalian yang paling efektif yaitu dengan segera mencabut tanaman yang terserang, kemudian dibakar. Lokasi lubang tanam yang sudah terserang fusarium sebaiknya tidak perlu dilakukan penyulaman. Sebab penyakit ini menginfeksi akar tanaman. C. Trichoderma SP Trichoderma SP adalah jenis jamur yang tersebar luas di tanah. Trichoderma sp ini mempunyai kemampuan melawan jenis jamur lain yang merugikan tanaman seperti jamur fusarium yang sering menyerang pada tanaman tomat. Jamur ini sudah mulai banyak dikembangkan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam mengatasi permasalahan di tingkat petani. D. Keuntungan dari penggunaan Trichoderma hama dan penyakit tidak menjadi kebal. tidak ada pengaruh yang buruk bagi tanaman Trichoderma SP hanya membunuh penyakit yang merugikan tanaman Trichoderma SP sudah ada di alam sehingga dapat bekerja secara alamiah. Tidak memerlukan pengetahuan khusus dalam perbanyakan Trichoderma E. Cara Perbanyakan Dengan Pupuk Kandang larutkan 100 gram Trichoderma sp dengan 10 liter air kemudian tambahkan 2 sendok gula pasir. Pupuk kandang yang sudah disiapkan lalu disiram secara perlahan-lahan dengan air tadi. Selanjutnya, diaduk sampai rata simpan ditempat terlindung kemudian ditutup dengan karung selama 5 – 7 hari. Kemudian siap digunakan F. Aplikasi Pada Lahan Taburkan pupuk yang telah disimpan tadi ke lubang tanam kurang lebih 1 minggu sebelum tanam. kemudian ditutup kembali dengan tanah. untuk kegiatan persemaian sebaiknya Trichoderma SP dicampurkan dengan tanah untuk persemaian. Ardi Nasruddin, SP Penyuluh Pertanian DKP-TPH Prov. Sulsel