Usahatani sangat dipengaruhi keadaan iklim, curah hujan, ketersediaan air irigasi, oleh karena itu teknologi usahatani yang sesuai untuk suatu lokasi belum tentu sesuai untuk lokasi lainnya. Dalam kaitan itu harus didasarkan oleh hasil penelitian di lokasi yang bersangkutan. Untuk itu pula dilakukan percobaan kesesuaian varietas, bercocok tanam, pemupukan, pemberantasan hama dan lainnya dilahan petani. Partisipasi petani dimulai dengan penggunaan lahannya untuk percobaan teknologi baru dan sekaligus sebagai etalase bagi teknologi baru untuk meyakinkan petani lain tentang keberhasilan teknologi baru yang dicoba (Slamet, 2003) Varietas merupakan salah satu komponen penting yang berkontribusi dalam peningkatkan produksi dan produktivitas padi. Banyaknya varietas unggul yang dilepas, dapat dijadikan alternatif pilihan bagi petani memilih varietas yang sesuai dengan kondisi agroklimatnya. Sejak penelitian padi tahun 1943 hingga 2006 telah dilepas 189 varietas padi. Dalam periode 2000 – 2006, Badan Litbang Pertanian telah melepas 59 varietas unggul padi, 43 varietas untuk lahan sawah irigasi, 5 varietas padi gogo, dan 9 varietas padi pasang surut. Oleh karena itu, perlu upaya intensif mensosialisasikan varietas-varietas tersebut secara lebih luas kepada masyarakat. Indonesia memiliki beragam tipe-tipe padi dan masing-masing memiliki karakter serta produktivitas yang berbeda. Faktor yang menentukan produktivitas padi adalah faktor vegetatif dan generatif, karakter agronomi serta komponen hasil yang mempengaruhinya. Perbedaan hasil pada padi dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam mentranslokasikan asimilat selama pengisian biji dan mengakumulasi bahan kering sebelum heading. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini perlu dilakukan untuk mengkaji beberapa varietas padi terhadap pertumbuhan dan produksi untuk mendapatkan varietas yang dapat beradaptasi baik dan dapat dipelajari faktor-faktor tanaman yang mempengaruhi produktivitasnya. Pemilihan Varietas Varietas padi yang digunakan adalah varietas unggul yang telah dilepas, berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta sesuai dengan keinginan petani. Peran benih itu sangat signifikan untuk meningkatkan produktivitas. Peran benih itu lebih dari 50 persen dalam peningkatan produktivitas. Kalau benih yang digunakan adalah benih unggul yang lain-lain akan mendukung peningkatan produktivitas Penyiapan Benih Sehat: a. Menentukan kualitas benih dengan cara merendamkan ke dalam larutan air garam 3%, atau larutan ZA dengan perbandingan 1 kg pupuk ZA untuk 2,7 liter air, atau larutan air debu. Benih yang akan ditanam adalah benih yang tenggelam; b. Jumlah benih yang diperlukan sekitar 30-40 kg/ha. Peran Varietas untuk Mitigasi Perubahan Iklim dibedakan menjadi 5 macam (Lalu dan M Thamrin) 1. Padi toleran cekaman/emisi CH4 rendah 2. Padi rendah emisi gas metan (CH4 ) 3. Padi toleran cekaman (rendaman, cekaman, dan salinitas) 4. Padi tahan HPT (hawar daun bakteri, blas, wereng cokelat, dan tungro) 5. Padi umur sangat genjah dan ultra genjah. Beberapa benih padi varietas unggul (VU) hasil teknologi pertanian berdasarkan jenis lahan sebagai berikut: a. Wilayah lahan rawan banjir, benih yang bisa menjadi pilihan meliputi Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 29, Inpara 30, Batanghari, Banyuasin, Siak Raya, Lambur; b. Wilayah lahan rawan kekeringan, benih yang bisa menjadi pilihan meliputi Inpara 10, Inpara 18, Inpara 19, Situbagendit, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8. c. Wilayah lahan rawan tungro, meliputi Inpari 5, Inpari 7 , Inpari 21 , Tukad Balian, T.Unda, T.Petanu. d. Wilayah lahan rawan WBC, meliputi, Inpari 13, Inpari 18, Konawe, Inpari 31, Inpari 33. e. Wilayah lahan rawan blast, meliputi Inpari 11, Inpari 12, Inpari 17, Batang Piaman, Batutegi, Inpari 32 HBD. f. Wilayah lahan rawan kresek, meliputi Inpari 1, Inpari 4, Inpari 17, Inpari 18, Conde, Angke dan Inpari 32 HDB. Ada beberapa varietas unggul baru (VUB) yang didesain dengan inovasi teknologi pertanian sehingga memiliki keunggulan spesifik dari jenis varietas lainnya, antara lain:a. Varietas benih dengan potensi atau daya hasil yang tinggi di antaranya PH (Hipa 5, Jete dan Hipa 6, Ceva), PTB Gilirang, Cimelati, Ciapus, Mekongga, Inpari 6; b. Varietas dengan mutu beras premium di antaranya Memberamo, Ciherang, Cigeulis, Cibogo, Konawe. Varietas dengan inovasi perbaikan ketahanan cekaman biotik mulai dari varietas tahan tungro yakni, Tukad Balian, T. Unda, T.Petanu. c. Varietas untuk perbaikan ketahanan cekaman abiotik dimana varietas ini memiliki toleran genangan selama 14 hari diantaranya Inpara 4 dan Inpara 5. Varietas dengan toleran keracunan Fe yakni, Inpara 1 dan Inpara 6; d. Varietas yang memiliki keunggulan aromatik seperti Sintanur, Batang Gadis, Situ Patenggang dan Gilirang. Sedangkan varietas yang unggul untuk umur genjahnya ada Inpari 1, Inpari 12 dan terakhir Inpari 13. Dengan adanya macam macam varietas yang dihasilkan oleh para peneliti yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi lokasi, maka peran penyuluh dalam memberikan informasi dan memfasilitasi petani terhadap konsisi yang ada dapat memberikan informasi secara tepat dalam memilih varietas unggul yang akan dipakai oleh petani. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: Slamet, M. 2003. Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Cetakan Pertama. IPB press. Bandung Lalu Muhamad Zarwazi , Muhammad Thamrin,2023, Budidaya Padi Di Musim Hujan 2023-2024 ,Balai Besar Pengujian Standard Instrumen Padi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian RI Jakarta Asep Hambali, Iskandar Lubis, 2015, Evaluasi Produktivitas Beberapa Varietas Padi, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200705142947-51-170308/daftar-benih-padi-unggul-ri-dari-tahan-kering-sampai-banjir