Loading...

PENGOLAH TANAH UNTUK TANAMAN JAGUNG

PENGOLAH TANAH UNTUK TANAMAN JAGUNG
Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan tempat tumbuh bagi tanaman jagung, sehingga perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik. Dengan demikian absorbsi hara oleh tanaman berlangsung secara optimal. Pengolahan tanah diusahakan agar kondisi air tanah dapat terpelihara dengan baik. Pada tanah-tanah bertekstur berat, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan intensif untuk mendapatkan drainase dan aerase yang menunjang pertumbuhan tanaman jagung(Thamrin Bastari,1988). Pengolahan tanah berfungsi : Memperbaiki sturktur tanah,pada tanah berat pengolahan tanah hendaknya dilakukan dengam alat olah yang mampu merobah tanah tersebut menjadi gembur; Pengelohan tanah dapat juga mendorong pertumbuhan mikro dan hara tanaman; Mencengah hama dalam tanah yang dapat menggnagu pertumbuhan tanamna jagung sesuai dengan kondisi /keadaan tanah; Mencengah pertumbuhan gulma yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman. Kegiatan Yang dilakukan oleh Petani dalam Pengolahan Tanah Jagung Menggunakan Sistem : Tanpa Olah Tanah(TOT)- Pada lahan sawah yang tanahnya ringan; Cangkullah tanah hanya untuk lubang tanam; Sistem TOT dapat dipraktekan dengan keuntungan TOT antara lain adalah menekan biaya pengolahan tanah,menekan pertumbuhan gulma, dan memperpendek waktu tanam. Tanah yang akan diolah tidak terlalu kering /basah sehingga mudah diolah menjadi gembur dengan cara : Lakukan pembajakan tanah sebanyak 2 kali dengan kedalaman 12-20 cm; Benamkan gulma dan sisa tanaman,kemudian garulah tanah sampai rata; Biarkan tanah kering angin selama 7-14 hari; Lakukanlah pengolahan tanah paling sedikit 1 (satu) minggu sebelum tanam.Tujuan pengolahan tanah secara sempurna adalah sebagai berikut: Memperbaiki tekstur dan struktur tanah; Memberantas gulma dan hama dalam tanah; Memperbaiki aerasi dan drainase tanah; Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah; Membuang gas-gas beracun dari Penanaman Jagung. Tahapan berikutnya setelah melaksanakan Pengolahan Tanah Dilahan Tanaman Jagung kegiatan SL Maka Petani akan melaksanakan Pananaman Benih Jagung. Pelaksanaan Ini pun menerapkan teknik tugal manual yang dilakukan secara bersama-sama. Pembuatan lubang tanam jagung yang digunakan adalah suatu alat yang disebut tugal atau alu. Tugal atau alu ini terbuat dari kayu yang salah satu ujungnya dibuat runcing, Tugal bermata tunggal.Cara menggunakan alat tersebut adalah menancapkan ujung nya kedalam tanah sesui dengan jarak tanam yaitu 75 cm x 25 cm. Adapun kedalaman penugalan tersebut sangat tergantung pada kelengasan tanahnya yaitu sekitar 2,5 cm - 5 cm. Setelah lubang tanam terbentuk , benih yang telah dipersiapkan sebelumnya dimasukkan kedalam lubang sesuai dengan jumlah lubangnya. Pada petak diberi 2 benih jagung pada lubang tanam. selanjutnya, lubang yang telah ada benihnya ditutup dengan sedikit tanah yang gembur jarak tanam yang digunakan oleh petani dalam budidaya jagung tergantung pada jumlah butir jagung yang dimasukan kelubang - untuk satu butir jagung dengan jarak tanam 50 cm x 20 cm -untuk 2 butir jagung perlubang jarak tanam 75 cm x 25 cm -dilokasi petani melaksanakan penanaman dengan jarak 75 cm x 25 cm atau dalam satu lubung dua butir jagung. -untuk lokasi demplot kita melaksanakan satu butir jagung perlubang. - penanaman dilokasi wkpp ini dilaksanakan secara bergantian setiap lahan atau secara gotong royong sehingga percepatan tanaman bias berjalan karena alat tanam belum dimiliki di Kelompok Tani. (Lily Rokhmadiani, S.TP/Darmawansyah Siata ... admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi)Penulis: Ichsan,S.Pt (BPP Nipah Panjang)