Loading...

PENGOLAHAN BUAH PISANG

PENGOLAHAN BUAH PISANG
I. PENDAHULUANBuah pisang merupakan salah satu buah yang sering dikonsumsi dalam keadaan segar. Hal ini menyebabkan petani pisang umumnya menjual pisang dalam keadan segar. Pengolahan buah pisang biasanya dilakukan oleh para pengusaha dan bukan oleh petani. Pengolahan buah pisang dilakukan baik dalam skala rumah tangga maupun dalam skala yang lebih besar. Tingkat keuntungan yang diperoleh oleh produsen produk olahan pisang ini lebih besar bila dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh oleh petani pisang. Hal ini antara lain disebabkan karena :1. Harga jual produk olahan pisang lebih stabil dibandingkan dengan harga jual pisang segar2. Produk olahan lebih tahan disimpan lama sehingga resiko kerugian lebih kecil3. Resiko kegagalan pada pengolahan lebih kecil bila dibandingkan dengan resiko pada budidaya.4. Kapasitas pengolahan dapat dilakukan sesuai dengan peluang pasar yang bisa diprediksi.5. Produk olahan pisang sangat beragam sehingga dapat menembus pangsa pasar yang beragam pula II. PENGOLAHAN BUAH PISANGSaat ini buah pisang sudah banyak yang diolah menjadi berbagai produk olahan. Buah pisang yang sangat bervariasi jenisnya mempunyai potensi masing-masing untuk diolah menjadi produk olahan menurut sifat khusus buah pisang serta tingkat kematangannya. Salah satu kelebihan buah pisang adalah potensinya untuk diolah dalam kondisi bagaimanapun. Buah yang masih muda biasanya diolah menjadi keripik, yang matang sempurna diolah menjadi pisang sale sedangkan yang sudaj kelewat masak dapat diolah menjadi dodol. Dengan demikian maka pengolahan bias menyelamatkan pisang dalam berbagai kondisi.Pengolahan buah pisang dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana sehingga petanipun bisa melakukan pengolahan terhadap buah pisang yang dihasilkannya. Petani yang akan melakukan pengolahan pisang untuk dipasarkan perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :1. Sesuaikan jenis produk olahan dengan bahan baku yang ada.Dalam memilih produk olahan pisang yang akan dihasilkan selain memperhatikan jenis produk yang mudah dipasarkan maka juga harus disesuaikan dengan komoditi yang biasa ditanamnya. Misalnya pisang ambon khususnya yang sudah terlalu tua sebaiknya diolah menjadi dodol pisang.2. Pilih jenis produk yang tahan lama dan mudah mengolahnyaUntuk memperkecil kemungkinan kerugian maka usahakan memilih produk olahan yang daya simpannya cukup lama, misalnya makanan kering seperti keripik pisang atau produk yang dapat dikemas dengan perlakuan sterilisasi atau pasteurisasi. Selain itu juga harus diperhatikan teknologi pengolahannya tidak rumit dan tidak memerlukan peralatan yang mahal.3. Perhatikan mutu dan kontinuitas pasokanUntuk memenangkan persaingan pasar maka perlu diperhatikan mutu produk. Dalam hal ini petani pisang sangat memungkinkan dalam melakukannya karena produk petani tentu akan menggunakan bahan alami sementara produk olahan di pasaran saat ini banyak yang tidak mengunakan bahan alami. Selain itu juga perlu dilakukan pengaturan waktu dan jumlah produksi sehingga tidak terjadi kekosongan produk di pasaran.4. Harga.Petani harus mampu menghasilkan produk dengan harga yang bersaing, untuk itu perlu pemilihan komoditi yang tidak banyak menggunakan bahan baku yang harus dibeli sehingga harga jual bisa ditekan. Misalnya buah yang harga jualnya dalam keadaan segar sangat murah maka diusahakan untuk diolah dalam jumlah yang relatif besar.5. Bekerja dalam kelompok.Untuk memudahkan produksi dan pemasaran maka sebaiknya petani bekerja dalam kelompok (Kelompok Tani/Kelompok Usaha). Untuk itu diperlukan manajemen kelompok yang baik sehingga setiap anggota kelompok akan mendapatkan manfaat dari kelompok tersebut. Dalam kelompok ini juga diperlukan pengaturan produksi dan tenaga kerja secara efektif dan efisien.6. Pemasaran.Petani berproduksi harus berorientasi terhadap pasar. Namun dalam kondisi seperti saat sekarang dimana pasar sangat dinamis dan kompetitif, maka sebagai pemain baru tentu petani relatif sulit dalam menembus pasar. Dalam hal ini sangat diperlukan peran Pemerintah Daerah guna memperlihatkan keberpihakannya secara nyata. Hal ini bisa dilakukan dengan memfasilitasi pemasaran produk hasil olahan Kelompok Tani ini ke berbagai institusi atau daerah lainnya. Peran Pemda sebagai fasilitator ini cukup dilakukan sampai produk Petani ini dikenal oleh pasar dan mempunyai pemasaran yang baik, karena bantuan yang terus menerus justru kurang baik terhadap proses pemberdayaan Kelompok Tani itu sendiri.7. Kemasan.Pada saat sekarang konsumen sudah semakin kritis sehingga faktor keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama. Untuk itu perlu dipilih kemasan yang dapat mempertahankan daya simpan bahan makan yang dihasilkan. Selain itu juga diperhatikan kemasan yang menarik, karena pada dasarnya yang pertama menikmati suatu produk adalah mata sehingga faktor penampilan memegang peranan yang sangat penting.Produk olahan pisang dapat dikemas dalam berbagai bentuk yang menarik. Dodol pisang dapat dikemas dalam bentuk potongan kecil yang bebentuk bulat, petak-petak dan sebagainya dan dibungkus dengan plastic atau kertas sebagai kemasan sekunder bisa dikemas lagi denga plastic denmgan ukuran yang lebih besar atau kemasan kotak keta. Keripik pisang bisa diiris dengan bentuk sayatan melintang,. III. PEMASARAN PRODUK OLAHAN PETANI“Berproduksi dengan berorientasi pasar” merupakan ungkapan yang sudah sering kita dengar di berbagai kesempatan tapi dalam kenyataannya seringkali ungkapan tersebut sulit diimplemantasikan, khususnya oleh petani dengan segala keterbatasannya. Akan tetapi bila difasilitasi secara tepat dan berkesinambungan maka pada saatnya petani akan dapat menerobos pasar. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa petani membutuhkan fasilitator bukan “bantuan” yang justru menjadikan petani menjadi tidak kreatif dan mandiri. Petani tidak bisa dijadikan sebagai objek dalam suatu kegiatan tetapi harus dijadikan sebagai subjek sehingga dapat terwujud pemberdayaan dalam arti yang sesungguhnya.Petani sebaiknya tidak hanya diposisikan sebagai produsen bahan mentah tapi secara bertahap harus diusahakan menjadi produsen bahan olahan. Dengan demikian tingkat keuntungan yang diperoleh menjadi lebih baik. Mengubah kebiasaan petani yang biasanya hanya bergerak pada kegiatan budidaya menjadi petani yang sekaligus juga mengolah hasil budidayanya bukan sesuatu yang mudah tapi juga bukan merupakan suatu hal yang mustahil.Petani pisang mempunyai peluang yang sangat besar untuk melakukan usaha pengolahan karena tanaman pisang tidak mengenal musim sehingga produksi makanan olahan dari buah pisang dapat diproduksi sepanjang waktu. Selain itu semua jenis pisang dalam kondisi bagaimanapun bisa diolah menjadi makanan olahan. OLEH: NOVITA VERAWATI, SP Kec. Bathin II Babeko