Loading...

PENGOLAHAN DAN MANFAAT DAUN KELOR Moringa Oleifera (1)

PENGOLAHAN DAN MANFAAT DAUN  KELOR Moringa Oleifera (1)
• Banyak metode pengolahan daun Kelor. Metode pengolahan yang berbeda akan menghasilkan kandungan nutrisi produk akhir yang berbeda pula. Bahkan, pengolahan yang salah dapat menghilangkan seluruh nilai nutrisi penting yang dikandung daun Kelor.• Tujuan utama masyarakat mau mengkonsumsi daun kelor adalah berharap mendapat manfaat dari asupan nilai nutrisi luar biasa yang dikandungnya. Oleh karena itu, dalam pengolahan daun Kelor adalah menjaga nilai kandungan nutrisi daun Kelor, mulai dari panen sampai pada pengemasan produk akhir . • Pengolahan daun Kelor metode terdiri dari beberapa tahapan proses pengolahan sebagai berikut : A. Pengolahan Daun Segar menjadi Daun Kering1. Pemanenan Daun Segar; proses pemanenan dilakukan pagi hari, dipilih daun segar berwarna hijau tua tanpa cacat dari tanaman yang berumur lebih dari 3 tahun.2. Transportasi Daun Segar; segera setelah dipetik, daun Kelor dikirim ke penampungan dengan netbag dan tidak dibiarkan menumpuk untuk menghindari kerusakan karena panas. Daun Kelor bila dibiarkan menumpuk tinggi dan lama, akan menimbulkan panas yang dapat merusak fisik daun dan kandungan nutrisinya.3. Pencucian dan Penampungan; daun segar yang sampai di unit pengolahan, masuk ke dalam bak pencucian untuk menghilangkan kotoran, debu dan bagian tanaman lainnya. Daun Kelor yang sudah bersih kemudian disimpan dalam rak penampungan.4. Sortasi; daun Kelor segar dan bersih, dipisahkan dari ranting dan tangkainya, serta diseleksi, daun yang kuning, berbintik putih, masih muda atau rusak dipisahkan dan dibuang.5. Penirisan; daun Kelor segar hasil sortasi ditiriskan di rak penirisan agar air yang masih menempel pada daun dapat benar-benar hilang, sehingga ketika masuk ruang pengeringan tidak ada air yang turut terbawa.6.Pengeringan; pengeringan dilakukan di dalam ruang pengeringan tertutup dengan suhu dipertahankan stabil antara 30 – 35 0C selama 2 hari sampai benar-benar kering atau kadar air kurang dari 5 %. Daun Kelor dihamparkan dalam rak-rak khusus dengan ketebalan tidak lebih dari 2 cm. Selama proses pengeringan, daun Kelor dibolak-balik agar dapat kering merata. Pada proses ini pun dilakukan sortasi untuk memisahkan tangkai daun yang masih terbawa. Proses pengeringan ini merupakan proses yang sangat vital dalam seluruh rangkaian proses pengolahan daun Kelor. Bila salah dalam memproses, maka daun Kelor akan menjadi kuning kecoklatan dan bahkan tumbuh jamur, sebagai akibat dari pengeringan yang terlalu lama, kelembaban yang tinggi karena aliran udara yang buruk atau suhu ruangan rendah .7. Penyimpanan Daun Kering; daun Kelor kering yang baik berwarna hijau, benar-benar kering (bila diremas akan hancur atau kadar air kurang dari 5 %) dan tanpa tangkai daun. Daun Kelor kering yang masuk dalam kategori tersebut, kemudian disimpan dalam kontainer palstik foodgrade yang tertutup rapat dan terjaga dari udara masuk. Stock daun Kelor kering ini disimpan untuk digunakan dalam proses selanjutnya, yaitu proses pengemasan Teh Hijau Daun Kelor dan Penepungan. Sumber : Dinkes DKI Jakarta Sri Hurustiati, Penyuluh Pertanian , DInas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. DKI Jakarta