Tanaman kelapa merupakan komoditas perkebunan yang sangat potensial Seluruh bagian tanaman kelapa bermanfaat untuk keperluan sehari-hari. Di pihak petani komoditas ini berperan sebagai salah satu komponen ekonomi untuk meningkatkan pendapatan. Pesatnya peningkatan luas areal tanaman kelapa belum diringi dengan perkembangan industri pengolahan hail. Sampai saat ini industri di tingkat petani hanya sebatas pengolahan kelapa menjadi kopra. Turunnya harga kopra pada beberapa tahun belakangan telah mengubah pola usaha. Sebagian petani yang semula hanya mengolah daging buah kelapa menjadi kopra, akhir-akhir ini meningkat mengolah kelapa secara optimal yaitu memanfaatkan limbah berupa tempurung menjadi arang tempurung dan briket arang. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam pembuatan arang dan briket arang adalah unit ketel pembakaran, penggiling, ayakan, cetakan, dan timbangan, sedangkan bahan yang diperlukan adalah tempurung kelapa, tanah liat atau tepung kanji, dan air. Teknologi Pembuatan Arang dan Briket Arang Tempurung Kelapa Bersihkan tempurung kelapa dari sabut yang masih melekat atau kotoran lain seperti tanah, dan keringkan/jemur. Letakkan bahan bakar pada ketel pembakaran(drum) dan nyalakan. Masukkan tempurung ke dalam ketel secara bertahap hingga penuh, lakukan proses pembakaran selama 5 jam. Matikan api dengan siraman air setelah tampak pijaran api membiru dengan asap berkurang dan ketel pembakaran telah terisi penh dengan arang. Keluarkan arang melalui pintu pengeluaran di sisi bawah drum. Jemur rang hingga benar-benar kering. Sortasilah arang dengan ukuran bear siap untuk dijual, sedangkan arang berukuran kecil atau bahkan hancur diolah lebih lanjut menjadi arang briket. Giling rang yang berukuran kecil dan saring hingga lolos ukuran 50 mesh. Campur dengan tanah liat yang telah diencerkan. Perbandingan campuran arang halus, tanah liat/tepung kanji, dan air adalah 10 : 1: 4. Aduk rata campuran arang halus, tanah liat dan air tersebut. kemudian dicetak. Keringkan dengan oven pada suhu 65°C selama 2 jam (sampai kadar air 7,01- 7.64% ). Kemas dengan kotak kardus dan siap dipasarkan. (Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.) Sumber: Suhaya, Y. Kasup, I. Bestina, Purwani, I, herminan. Teknologi Pembuatan Araing Dan Briket Arang Tempurung Kelapa, balai pengkajian teknologi pertanian riau)