Loading...

Pengolahan Jarak Pagar (Lanjutan 2)

Pengolahan Jarak Pagar (Lanjutan 2)
Kandungan Minyak jarak Pagar Buah berwarna kuning mempunyai kandungan minyak sebesar 30,32%. Buah berwarna hitam memiliki kandungan minyak sebesar 31,47%. Tiga tingkat buah tua dengan kulit berwarna hijau tua dan biji berwarna hitam memiliki kandungan minyak sebesar 20,70%. Pemanenan Buah dan Pengolahan Tanaman jarak pagar sudah dapat dipanen mulai berumur 4-5 bulan setelah tanam dan dapat dipanen terus menerus sampai umur 50 tahun. Jika ditanam pada kondisi optimal jarak pagar dapat dipanen 3 sampai 4 kali dalam setahun. Kriteria buah yang dapat dipanen sangat tergantung pada jenis pemanfaatannya. Untuk pemanfaatan sebagai benih, buah jarak pagar yang dipanen harus sudah matang dengan kulit buah berwarna kuning. Untuk pemanfaatan sebagai sumber energy dalam menghasilkan JCO buah dapat dipanen sekaligus pada berbagai tingkat kemasan buah. Namun demikian, buah jarak pagar yang memiliki kandungan minyak tertinggi adalah yang berwarna hitam baik kulit maupun bijinya. Tahapan pemanenan terdiri dari pemetikan buah/kapsul yang sudah matang dari pohon, pengumpulan kapsul dari areal pertanaman ke tempat prosesing, sortasi kapsul jarak pagar sesuai dengan jenis pemanfaatannya, seperti untuk sumber benih maupun untuk produksi JCO. Biji yang telah dipanen dikeringanginkan kemudian dikupas secara manual guna memisahkan bijidari kulitnya. Biji yang telah dikupas langsung dipecah untuk memisahkan tempurung biji dengan daging biji, kemudian dikeringkan dan dipres menggunakan mesin pengepres untuk mendapatkan minyak. Minyak yang masih kotor dimurnikan. Untuk menghasilkan biodiesel, minyak yang telah dimurnikan dicampur dengan methanol atau etanol guna mengurangi viskositas (kekentalan) dan meningkatkan daya pembakaran. Biji jarak yang telah dipanen harus segera diolah, karena penyimpanan akan menurunkan rendemen. Pengolahan lebih lanjut terhadap minyak jarak pagar menjadi biodesel melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan methanol bertujuan agar minyak tersebut dapat digunakan sesuai standar minyak diesel. Proses ini juga bertujuan untuk mengurangi kekentalan minyak dan meningkatkan daya pembakaran, dengan mengubah trigliserida menjadi metal ester (biodiesel) dan gliserin. Masing-masing bagian tumbuhan seperti cabang pohon, buah, biji mempunyai potensi menghasilkan bahan bakar untuk memasak, penerangan dan digunakan dalam sector industry. Penggunaan minyak tumbuhan sebagai bahan bakar untuk memasak di pedesaan adalah untuk menggantikan kayu bakar dan sebagai bahan bakar untuk penggerak generator (straight jatropha oil). Minyak jarak pagar (Crude Jatropha Curcas Oil) terbuat dari daging buah (kernel) Jatropha curcas. Para peneliti menyebutnya minyak jarak alami ini dengan nama straight vegetable oil(SVO), unmodified vegetable oil, atau straight jatropha oil (SJO). Pemanfaatan minyak jarak alami (CJCO) Minyak jarak alami berpotensi sebagai pengganti minyak tanah (kerosin) untuk memasak di dapur. Namun, desain kompor minyak tanah yang lazim digunakan di dapur harus diubah karena kekntalan CJCO cukup tinggi sehingga sumbu kompor tidak mampu mengisap CJCO. Karena itu, sumbu kompor harus diganti dengan sumbu yang terbuat dari bahan khusus. Jika menggunakan kompor bertekanan udara seperti yang digunakan oleh para penjual gorengan di tepi jalan, CJCO dapat langsung digunakan sebagai pengganti minyak tanah. Seandainya terdapat 10% dari 40 juta rumah di pedesaan Indonesia ditanami Jatropha curcas sebagai pagar rumah dengan panjang pagar 40 meter, berarti akan ada pagar sepanjang 160 juta meter atau 160.000 km. Minyak CJCO banyak berperan di dunia perindustrian. Minyak jarak alami (CJCO) berpotensi menggantikan minyak bakar atau minya residu (IDO) pada biler pembangkit tenaga uap. Potensi ini sekarang yang sedang diupayakan oleh PT RNI agar dapat menghemat penggunaan 10 juta liter IDO untuk Sembilan buah pabrik gulanya. Minyak kasar juga bisa digunakan pada berbagai pompa air. ( Penulis: Nanik Anggoro P, SP / Penyuluh Pertanian Pertama BBP2TP; Sumber: Memproduksi Biodiesel Jarak Pagar oleh Prof. Dr R Sudrajat. MSc, Penebar Swadaya 2006; Petunjuk Budidaya Jarak Pagar oleh Rama Prihandana dan Roy Hendroko, Agromedia 2006; Teknik Budidaya Jarak Pagar, Badan Litbang Pertanian 2008)