Loading...

PENGOLAHAN JERAMI PADI UNTUK PAKAN

PENGOLAHAN JERAMI PADI UNTUK PAKAN
Kendala dalam memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak adalah kandungan serat kasar yang tinggi serta rendahnya protein dan kecernaannya sehingga pemberian pakan tunggal asal jerami tidak mencukup kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh ternak. Kandungan gizi jerami padi diantaranya protein hanya 3-5 %, padahal hijauan rumput, misalnya rumput gajah mencapai 12-14%. Demikian pula kadar vitamin dan mineralnya rendah pula, sehingga jerami padi dikategorikan pakan yang "miskin". Disamping itu seratnya sangat liat, atau dengan kata lain kecernaannya rendah 25-45%, tergantung varietasnya. Prinsip Amoniasi Jerami Padi. Sellulosa dan hemisellulosa adalah bagian dari serat kasar hijauan. Keduanya secara kimia merupakan rantai yang panjang dari glukosa. Ikatan rantai ini cukup kuat. Disamping itu mereka berikatan pula dengan lignin, ikatan inipun lebih kuat dari ikatan diantara sellulosa tadi. Semuanya itu secara bersama-sama cukup tahan terhadap "serangan" enzim yang dikeluarkan oleh mikroba rumen (pencernaan). Jika rangkaian ini dapat lepas maka sellulosa dan hemisellulosa tadi dimanfaatkan oleh tubuh ternak sebagai energi. Dengan demikian maksud dari pengolahan amoniasi adalah memotong ikatan rantai tadi dan membebaskan sellulosa dan hemisellulosa agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh ternak. Amoniak (NH3) yang berasal dari urea akan bereaksi dengan jerami padi. Dalam hal ini ikatan tadi lepas diganti mengikat NH3, dan sellulosa serta hemisellulosa lepas. Ini semua berakibat pada kecernaan meningkat, juga kadar protein jerami padi meningkat; NH3 yang terikat berubah menjadi senyawa sumber protein. Dengan demikian keuntungan amoniasi adalah : ¢ Kecernaan meningkat ¢ Protein jerami meningkat. ¢ Menghambat pertumbuhan jamur. ¢ Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami. Tampaklah bahwa kedua keuntungan yang terakhir sekaligus merupakan pengawetan. Teknik Pengolahan jerami amoniasi Alat ? Kotak kayu (dapat digunakan kotak bekas buah-buahan /telur) untuk mencetak ukuran jerami. ? Tali rafia untuk mengikat. ? Kantung plastik besar (plastik untuk pembungkus sampah) ? Karung plastic dan ban bekas untuk pemberat Bahan ? Jerami padi. ? Urea Langkah Kerja ? Sediakan jerami padi yang sudah kering. ? Sediakan kotak untuk mencetak jerami. ? Susun jerami dalam kotak cetak tersebut. ? Lakukan pemadatan jerami dalam kotak cetak tersebut. ? Jerami hasil pengepakan dan pengepresan ditekan keluar. ? Jerami hasil pak siap disusun. ? Siapkan kantung plastik dan karung plastik untuk mengantongi jerami. ? Masukkan jerami padi tersebut kedalam plastik. Taburkan urea dengan takaran 3 - 6% dari berat jerami (3 - 6 kg urea untuk setiap 100 kg jerami padi), sedikit demi sedikit setiap lapis jerami, lakukan pemadatan dengan cara diinjak-injak. ? Tutup dan ikat plastik, usahakan tidak tersisa udara. ? Berikan beban tekanan (pemberat/ban mobil bekas) pada karung. ? Setelah 21 hari, karung dibuka, jerami diangin-anginkan sebelum diberikan pada ternak. Kriteria hasil amoniasi yang baik adalah : ? Berwarna kecoklat - coklatan. ? Kering. ? Jerami padi hasil amoniasi lebih lembut dibandingkan jerami asalnya. Penulis : Ir. Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut Kab. Pemalang) DAFTAR PUSTAKA Ruhyat Kartasudjana, Ir., MS.Dr. 2001. Mengawetkan Hijauan Pakan Ternak. Jakarta. Yulianis, MP.Ir. 2009. Bioteknologi jerami padi melalui fermentasi sebagai bahan pakan ternak ruminasia, Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara.