Loading...

PENGOLAHAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum)

PENGOLAHAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum)
Pengolahan merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan pasca panen kayu manis (Cinnamomum zeylanicum). Pengolahan bertujuan untuk mendapatkan produk kayu manis yang siap diperdagangkan. Kegiatan pengolahan sangat penting sebagai lanjutan setelah kulit kayu manis dipanen dan selanjutnya diproses agar menjadi produk siap jual. Untuk menghasilkan produk siap jual, maka pengolahan harus dilakukan dengan baik agar memperoleh produk bermutu baik karena akan berpengaruh pada tingkat harga jual. Kulit kayu manis yang kurang bersih dan penjemuran yang kurang berhasil yang menyebabkan kulit kayu manis berjamur, hal akan berdampak pada kualitas produk yang rendah dan harganyapun juga rendah. Sebagai produk perdagangan, ada beberapa bentuk produk kayu manis antara lain berupa kulit kayu, minyak asiri, oleoresin dan bubuk kayu manis. Kulit kayu manis Produk kayu manis merupakan hasil utama dari kayu manis. Produk ini berupa potongan kulit yang dikeringkan. Sampai saat ini kulit kayu manis merupakan komoditas ekspor penghasil devisa yang dapat diandalkan bersaing dengan India, Srilanka, Vietnam dan RRC. Untuk memenuhi mutu internasional, pengusaha mengolah kembali (upgrading) kulit kayu manis yang dihasilkan oleh produsen melalui perlakukan sebagai berikut: a) pencucian dan pembersihan, kegiatan ini dilakukan dengan cara merendam kulit kayu dalam air selama 12 jam agar kulit yang sudah kering menjadi lemas sehingga gulungannya terbuka. Selanjutnya kulit yang sudah terbuka tersebut digosok dengan kain untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada kulit; b) pengeringan, setelah dibersihkan, kulit dijemur selama 3-4 hari sehingga lembaran kulit menjadi kering dan kembali menggulung; c) penyortiran awal, kulit yang sudah kering disortir kebersihan dan kadar airnya. Kulit yang masih kotor dibersihkan kembali. Penyortiran juga dilakukan untuk memisahkan asal kulit yaitu kulit yang berasl ari batang akan menghasilkan mutu A, dari cabang menghasilkan mutu B dari ranting menghasilkan mutu C; d) pemotongan, setelah diikat kulit kayu manis dicelupkan beberapa saat dalam air dan dipotong dengan gergaji menurut ukuran yang dikehendaki pasar biasanya antara 5 - 7,5 cm. Tujuan pencelupan ini hanya untuk mengurangi pecahan kulit saat dipotong; e) penyortiran akhir, setelah dipotong hasil potongan kembali disorttasi. Sortasi disini hanya untuk mendapatkan panjang potongan yang seragam; f) pengepakan, setelah disortasi sesuai keseragaman dan ukuran, selanjutnya kayu manis dikemas dalam peti. Sedangkan pecahan dan debu kayu manis hasil dari penggergajian dikemas dalam karung, yang didalam perdagangan produk pecahan disebut kelas broken dan debunya disebut dust; g) penyimpanan, dilakukan ditempat yang memenuhi syarat sehingga tidak terkontaminasi oleh kotoran, serangga dan tikus. Minyak asiri Minyak asiri kayu manis merupakan produk samping dari tanaman kayu manis. Minyak ini mengandung bahan kimia organik yang membentuk aroma khas. Minyak asiri dapat diperoleh dari kulit ranting dan daun. Minyak asiri kayu manis banyak diminta oleh Amerika Serikat dan Eropa untuk keperluan industri makanan, minuman maupun farmasi. Oleoresin Oleoresin kayu manis sudah mulai digunakan sejak awal abad 19. Kandungan oleoresin menjadi lebih baik dibanding produk aslinya seperti kulit atau bubuknya. Keuntungan dari oleoresin dibanding produk aslinya adalah, hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, volume ekspor berkurang, nilai bisa tetap atau lebih tinggi karena tidak membutuhkan banyak ruang, kemasannya kecil, sisa hasil olahannya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti pupuk serta tidak akan rusak karena kontaminasi. Cara mendapatkan oleoresin kayu manis dapat dilakukan melalui ekstraksi. Tahapan ekstraksi kayu manis sehingga mendapatkan oleoresin sebagai berikut: 1) baku kayu manis yang diperrgunakan sebagai bahan baku dihancurkan untuk memudahkan bahan pelarut masuk kedalam tahap ekstraksi berikutnya; 2) bahan baku yang telah dihancurkan dimasukkan kedalam ruang ekstraksi untuk menghindarkan menguapan minyak asiri, seluruh bahan baku harus terendam dalam bahan pelarut; 3) alirkan hasil ekstraksi yang merupakan bahan pelarut dan oleoresin ke dalam ruang pemisah dari kedua bahan tersebut. Pemisahan dilakukan dalam ruang vakum (hampa udara); 4) masukkan oelooresin yang sudah terpisah dari bahan pelarut ke dalam botol atau kemasan lain pada saat keadaannya masih panas dan cair. Bubuk kayu manis Bubuk kayu manis mempunyai sifat yang sama dengan kulit kayu manis karena merupakan produk lanjutan dari kulit kayu manis. Bubuk ini mengandung minyak asiri, berasa pedas dan mengandung bahan mineral dan kimia organik seperti protein, karbohidrat dan lemak. Untuk mendapatkan bubuk kayu manis dapat dilakukan dengan cara menggiling kulit kayu manis kering. Selain melalui penggilingan, bubuk kayu manis dapat diperoleh dari debu hasil penggergajian kulit kayyu manis. Bubuk kayu manis ini biasanya dikemas dalam karung. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.