Loading...

Pengolahan Kedelai Menjadi Bahan Makanan: Tahu

Pengolahan Kedelai Menjadi Bahan Makanan: Tahu
Pengertian :Tahu adalah endapan protein yang berasal dari sari kacang kedele dengan , menggunakan penggumpal. Bahan :Biji kedele kuning. Tahapan Pengolahan (1) Pembersihan Biji kedele dibersihkan dari kotoran dan sampah lalu dicuci dengan air bersih. (2) Perendam Biji kedele yang telah bersih direndam dalam air bersih dengan perbandingan volume air dengan volume kedele sebesar 4:1. Perendaman dilakukan selama 4-18 jam, sehingga volume kedele menjadi 2 kali volume semua. Maksud perendaman ialah agar kedele mudah/ cepat. matang pada waktu dimasak/digiling. (3) Penggilingan/penghancuran Penggilingan kedele dilakukan dengan menggunakan alat seperti gilingan daging blender atau penggilingan khusus. (4) Penyarian Penyarian dilakukan dengan penambahan air sedikit demi sedikit ke dalam kedele yang telah menjadi bubur. Jumlah air yang digunakan untuk menyarikan kedele ini adalah 6-10 kali berat kedele bahan dalam keadaan kering. (5) Penyaringan Bubur kedele yang telah ditambah air disaring menjadi sari kedele yang kental. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan kain saring dibantu dengan penekanan/pemerasan agar sari kedele yang diperoleh cukup banyak. (6) Pemanasan Sari kedele dipanaskan/dimasak sampai mendidih (7) Penggumpalan Sari kedele yang telah dimasak sampai mendidih didinginkan sampai mencapai temperatur 75 derajat Celsius. Sambil diaduk-aduk sari kedele ditaburi tepung batutahu*) sebanyak 0,02-0,04 M dan dibiarkan 5-10 menit sampai penggumpalan sempurna. (8) Pencetakan Sari kedele yang telah menggumpal dicetak dalam cetakan khusus yang dilapisi kain. Pada akhir pencetakan kain yang teruntai dilipat menutup tahu yang dicetak. Catatan: *) Batu tahu adalah bahan penggumpal dalam pembuatan tahu yang biasa disebut sioko. Bahan penggumpal yang baik adalah kalsium sulfat. Pada konsentrasi 0,02-0,04 M akan menghasilkan endapan protein dalam jumlah yang tetap. 1) Hasil pemasakan ini sangat dipengaruhi oleh suhu. Tujuan pemanasan tersebut adalah untuk: a. Menghilangkan bau kedelai. b. Agar proses penyaringannya dapat berjalan lebih baik. 2) Perlu diingat, bahwa pemanasan juga berpengaruh terhadap kandungan proteinnya. Pengaruh panas dapat menyebabkan kerusakan protein, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati. 3) Penggilingan dengan air dingin menyebabkan bau khas kedelai tidak hilang, shingga tahu kurang disukai. sumber: Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah.2000.Buku Panduan Teknologi Pangan, Jakarta:Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI