Loading...

PENGOLAHAN KELAPA MENJADI VCO

PENGOLAHAN KELAPA MENJADI VCO

Menurut data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian pada 2022-2024, tanaman kelapa dapat ditemukan di semua provinsi di Indonesia.

Komoditas kelapa menjadi tulang punggung lebih dari lima juta keluarga petani di Indonesia dan memiliki potensi strategis untuk menguasai pasar global produk turunan kelapa.

Kecamatan Soropia, memilki potensi besar kelapa. namun belum termanfaatkan dengan baik,  sehinggah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mengambil inisiatif melakukan kegiatan TEMU USAHA pada petani yang ada di Kecamatan Soropia sebagai wilayah binaan dari BPP Soropia, melalui Anggaran DAK Non fisik Tahun 2025. Kegiatan Temu USaha ini di laksanakan di Kantor BPP Soropia, dengan menghadirkan Pemateri dari Luar Kecamatan Soropia, yang telah mempunyai Usaha VCO. 

Melihat potensi yang ada, maka usaha pada komoditi kelapa sangat berpeluang besar, permintaan pasar. Bahan baku utama untuk produksi VCO. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat semakin meningkat, yang mendorong permintaan akan produk alami seperti VCO. Ini menciptakan potensi pasar yang besar bagi industri VCO di Indonesia.

Menurut laporan pasar terbaru, permintaan VCO terus meningkat, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku dalam industri kecantikan dan farmasi. Pasar ini terus tumbuh seiring dengan peningkatan kesadaran akan manfaat kesehatan dan kecantikan dari VCO.

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa murni yang diperoleh dari proses pengolahan kelapa segar tanpa melalui pemanasan yang berlebihan atau proses kimiawi.

Keistimewaan dari VCO adalah kemurnian dan kandungan nutrisinya yang terjaga dengan baik karena tidak melalui pemanasan atau proses penyulingan yang merusak kandungan alami minyak kelapa tersebut.

Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat VCO dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, dan menurunkan kolesterol jahat. Dengan kandungan asam laurat yang tinggi, VCO dipercaya dapat melawan infeksi bakteri dan virus serta mendukung fungsi metabolisme tubuh

CARA BUAT VCO

    1. PEMILIHAN KELAPA SEGAR, Proses pembuatan VCO dimulai dengan pemilihan kelapa segar yang berkualitas tinggi. Kelapa yang digunakan untuk VCO harus dipanen dalam kondisi matang sempurna. Kelapa yang digunakan adalah kelapa yang baru dipanen, bukan kelapa yang sudah kering (kopra), karena kualitas minyak yang dihasilkan lebih terjaga.
    2. Pengupasan Kulit Kelapa, Setelah kelapa dipanen, kulit keras kelapa akan dipisahkan untuk mendapatkan daging kelapa yang masih segar. Proses pengupasan ini dilakukan dengan hati-hati agar daging kelapa tetap utuh dan tidak terkontaminasi kotoran atau bahan kimia.
    3. Daging kelapa yang sudah dipisahkan kemudian diparut halus. Parutan kelapa ini kemudian diproses lebih lanjut dengan cara diperas untuk menghasilkan cairan kelapa yang kental. Pada metode pembuatan VCO yang menggunakan teknik perasan dingin (cold press), cairan kelapa ini langsung diproses tanpa pemanasan. Teknik pemerasan ini bertujuan untuk menjaga agar nutrisi alami yang ada dalam kelapa, seperti asam lemak rantai sedang (MCT) dan vitamin E, tetap utuh.
    4. Cairan yang dihasilkan dari perasan daging kelapa tersebut kemudian dipisahkan antara minyak dan air kelapa melalui proses pemisahan alami. Biasanya, proses pemisahan ini dapat dilakukan dengan cara sentrifugasi (proses pemutaran dengan kecepatan tinggi) atau hanya dengan membiarkan cairan tersebut diam beberapa saat sehingga minyak akan mengapung di permukaan. Proses ini berlangsung tanpa menggunakan bahan kimia, menjaga agar minyak tetap murni.
    5. Setelah itu, VCO dikemas dalam wadah yang bersih dan kedap udara untuk menjaga kualitas minyak agar tetap terjaga dan tidak terkontaminasi dengan bakteri atau kotoran.
    6. Pemasaran dapat dilakukan melalui media online atau menitipkan di toko ole-ole