Loading...

Pengolahan Lahan Budidaya Pepaya

Pengolahan Lahan Budidaya Pepaya
Sebelum dilakukan penanaman, lahan perlu diolah terlebih dulu secara baik. Dalam pengolahan lahan ini perlu diperhatikan sifat dan kebutuhan tanaman pepaya. Beberapa sifat tersebut di antaranya perakaran tanaman tergolong dangkal, daya regenerasinya kecil, dan sangat peka terhadap air yang menggenang. Selain itu, sifat tanaman ini membutuhkan kelembapan tinggi serta cahaya matahari. Untuk memudahkan pembuangan air yang berlebihan pada saat musim hujan, sebaiknya pepaya ditanam di atas bedengan. Pada saat musim kering, saluran antara bedengan dapat digunakan sebagai saluran pengairan. Sifat perakaran tanaman pepaya yang dangkal dapat diatasi dengan penanaman di media tumbuh yang gembur. Setelah lahan bersih dari semak belukar, rumput dan gulma, tunggul-tunggul sisa penebangan, serta segala kotoran maka lahan perlu dibajak atau dicangkul. Setelah itu bongkahan tanah ini dicangkul lagi sehingga tanah menjadi gembur. Selanjutnya lahan penanaman dibuat bedengan. Panjang bedengan tergantung keadaan lahan, sedangkan lebamya dibuat 2 m atau 2,5 m dan tinggi 0,2 m. Lebar bedengan 2 m digunakan untuk tanaman yang berjarak tanam 2,5 m dan lebar bedengan 2,5 m digunakan untuk tanaman yang berjarak tanam 3 m. Jarak antarbedengan dibuat 50 cm. Di atas bedengan dibuat lubang tanam yang berukuran 50 cm x 50 cm x 40 cm. Jarak antarlubang tanam yang akan mempengamhi kerapatan tanam tergantung dari varietas dan kondisi lahan, seperti kesuburan dan lahan berteras. Sebagai contoh pepaya varietas solo dapat ditanam lebih rapat karena sosok tanaman ini relatif kecil dan rendah. Secara umum, jarak tanam untuk tanaman papaya berkisar antara 2,5-3 m. Jarak tanam yang lebih rapat dari ukuran tersebut akan menghasilkan buah yang berukuran lebih kecil. Perbandingan antara jarak tanam dan populasi pohon pepaya tiap hektar tersaji dalam tabel berikut. Jarak Tanam (m) Populasi Pohon tiap Hektar 2,5 x 2,5 1.521 2,5 x 3 1.248 3 x 3 1.024 Sewaktu menggali lubang tanam, tanah bagian atas setebal 20 cm agar dipisah dengan tanah bagian bawah. Lubang tanam lalu diangin-anginkan selama 1-2 minggu. Setelah itu, lubang tanam ditutup dengan tanah, berturut-turut tanah bagian bawah lalu tanah bagian atas yang telah dicampur dengan 60 kg (tiga kaleng minyak tanah) pupuk kandang. Lubang tanam yang telah tertutup tanah ini dibiarkan lagi selama 1-2 minggu. Untuk menandai, pada masing-masing lubang tanam dapat dipasang ajir. Bila karena sesuatu hal lahan tidak sempat dibajak atau dicangkul, sedangkan waktu tanam sudah mendesak maka lahan perlu digemburkan setelah dilakukan penanaman. Pekerjaan penggemburan ini hams dapat dilakukan secepat mungkin dan tidak boleh lebih dari tiga bulan setelah tanam. Pencangkulan harus dimulai dari pinggir lubang tanaman. Jika penggemburan dikerjakan agak lambat, akar tanaman sudah tumbuh panjang dan besar sehingga pertumbuhannya dapat terganggu. Pembentukan bedengan dapat dilakukan pada saat pemberian pupuk kandang berikutnya. Pupuk kandang ditaburkan di atas lahan baris tanaman lalu bedengan dibentuk dengan cara menutup pupuk kandang dengan tanah dari kiri dan kanan tanaman. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya