Loading...

Pengolahan lahan pada tanaman cabe

Pengolahan lahan pada tanaman cabe
Pengolahan lahan pada tanaman cabe meliputi pembersihan lahan, pembajakan atau pencangkulan, dan pembuatan bedengan. Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap gulma yang dapat menjadi inang hama dan penyakit dan meningkatkan kelembapan lahan. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau akar-akar dari tanaman sebelumnya. Cara pengolahan tanah awalTanah dibajak/dicangkul sedalam 25 - 30 cm, kemudian dikeringkan 7-14 hari, Dibentuk bedengan lebar 90 cm, tinggi 30-40 cm, lebar parit 70-80 cm. Panjang bedengan sebaiknya 12 meter. Dibuat parit keliling selebar dan sedalam 50 cm ataupun pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan tanah. Selanjutnya tanah digaru agar butiran tanah menjadi lembut. Kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m; panjang 10 m; dan tinggi 15 sampai 20 cm (untuk daerah yang bercurah hujan tinggi dianjurkan 30 sampai 40 cm). Jarak antar bedengan bervariasi, tetapi dianjurkan 50 sampai 70 cm terutama di daerah yang banyak hujan. Dalam pengolahan lahan untuk tanaman cabe tanah yang selesai dicangkul sebaiknya dibiarkan selama dua minggu agar terjadi pertukaran udara dan membunuh patogen yang merugikan. Setelah itu dilakukan pembuatan bendengan dengan tujuan untuk mencegah akar tanaman tergenang air pada musim hujan, selain untuk memudahkan pengaturan jarak tanam. Pada saat 80% bedengan terbentuk, diberi pupuk kandang 2 kg/tanaman. (Dosis 80 kg/12 meter panjang bedengan atau 32 ton/ha =16.000 pohon) Diberikan Dolomit 150 gr/tanaman (Dosis 6 kg/12 meter panjang bedeng atau 2,4 ton/ha = 16.000 pohon.) Pupuk kandang dan Dolomit dicampur secara merata, diangin-anginkan selama kurang lebih 2 minggu.Pada pengolahan tanah di lahan terbuka sangatlah penting. Pengolahan tanah diawali dengan cara membersihkan terlebih dahulu lahan dari kemungkinan adanya gulma (rumput-rumput liar) yang mengganggu, bebatuan krikil, kayu, plastik, dan benda-benda non-hidup lainnya. Setelah lahan dibersihkan selanjutnya bajaklah/ cangkul tanah hingga menjadi cukup halus dan tekstur tanah menjadi lunak dan tidak keras.Untuk daerah kering atau bila penanaman dilakukan pada musim kemarau, ketinggian bedengan bisa mencapai 15 sampai 20 cm atau bahkan 30 cm. Sementara itu, jarak antar bedengan (parit atau selokan) cukup 30-an cm. Jarak ini lebih rendah/lebih sempit karena pada musim kemarau bedengan cepat mengering akibat penguapan yang tinggi. Dengan bedengan yang rendah dan jarak antar bedengan lebih sempit bisa mengurangi penguapan tersebut Cara pemasangan MulsaSebelum tutup mulsa bedengan diberi pupuk kimia dgn perbandingan 2 kg NPK phonska : 2 kg ZA : 2 kg SP36. diberikan 4 kg untuk 12 meter bedengan (40 pohon) Setiap 100 kg pupuk campuran tsb.ditambah 1 kg Borate/Boronat dan 2 kg Furadan. Tanah bedengan diratakan, disiram air ( larutan EM4), pemasangan mulsa pada saat terik matahari agar memuai ( pukul 10 s/d 15.00 ) Kebutuhan benih cabe merah untuk 10 rol mulsa, 9-10 amplop (+-16.000 btr) Benih disemai di bedengan dalam bumbungan dan diberi naungan. Campuran tanah bumbungan 10 liter tanah halus + 10 liter pupuk kandang matang halus + Dolomit 100 gr +100gr pupuk NPK + 100 gr Furadan. Cara penyemaian bibitPerbandingan tanah (Sub soil 20 cm dari tanah atas) + pupuk kandang adalah 1 : 1 ditambahDolomit secukupnya.Tanah Sub soil dan pupuk kandang di peram selama 3 hari disemprot pakai EM4. Tanah media semai diberi Furadan sebelum digunakan dengan dosis 2 ember media semai dicampur 100 gr furadan. Dapat digunakan langsung kebumbungan atau media semai diatas tanah. Sumber : Muryanto NIP. 19640923 198711 1 001 Penyuluh Pertanian Pelaksana Lanjutan