Pengolahan Lahan Poktan Mekar Mukti I. Desa Puspamukti
Pengolahan Lahan Poktan Mekar Mukti I Desa Puspamukti Hari / Tanggal : Selasa, 25 Juli 2017Waktu : 07.00 WIB - SelesaiTempat : Lokasi SL Padi Sawah Kelompok Tani Mekar Mukti I Desa PuspamuktiJumlah Anggota Yang Hadir : 35 OrangMateri Yang Dibahas : Pengolaha Lahan Dan Pemupukan Dasar ? Iklim¢ Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif.¢ Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C.¢ Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan.¢ Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. ? Media Tanam Padi sawah¢ Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah.¢ Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm.¢ Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus. ? Ketinggian TempatTanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi. ? Persiapan Pengolahan Tanah SawahPengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :¢ Pembersihan- Selokan-selokan perlu dibersihkan.- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos.¢ PencangkulanPerbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak. ¢ Membajak- Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah.- Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput ( jerami ) sehingga akhirnya membusuk.- Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah.¢ Menggaru- Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah.- Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah.- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar.- Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan.- Permukaan tanah menjadi rata.- Air yang merembes kebawah menjadi berkurang -Sisa tanaman atau rumput akan terbenam.- Penanaman menjadi mudah.- Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam. ? Pemupukan Dasar¢ Pupuk Organik- Selain menyediakan unsur hara esensial, pupuk organik mampu juga menyediakan unsur mikro, memperbaiki struktur tanah, dan memberikan kondisi yang cocok untuk kehidupan mikroflora tanah. - Dosis : 1-5 ton/ha pupuk organik .- Pemberian pupuk organik saat pengolahan tanah. ¢ Cara Penggunaan Pupuk Organik- Pupuk Organik disebar merata di atas hamparan sawah, dilakukan satu minggu sebelum penanaman.- Pupuk yang sudah disebar kemudian diinjak-injak supaya terbenam di dalam tanah.- Kombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik agar dapat diperoleh hasil panen dan keuntungan yang tinggi misalnya dengan pupuk SP 36 dengan dosis 75 kg/ha. Koordinator UPT Balai Penyuluhan PertanianKec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya Penyusun UJANG RUKMAN, SP., M.SiNIP. 19830913 201001 1 008