Loading...

PENGOLAHAN LAHAN YANG MAKSIMAL AKAN MENDUKUNG PRODUKTIVITAS PANEN CABE RAWIT

PENGOLAHAN LAHAN YANG MAKSIMAL AKAN MENDUKUNG PRODUKTIVITAS PANEN CABE RAWIT
Cabe rawit merupakan tanaman hortikultura yang sering di budidayakan Petani di kecamatan Rupat Utara. Mulai dari pemanfaatan pekarangan rumah hingga menjadi komoditi untuk menghasilkan uang. Tanaman cabai rawit dapat beradaptasi luas mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi, tergantung dari varietas yang digunakan. Untuk memperoleh hasil buah yang optimal, selain dengan menggunakan varietas yang jelas, memiliki keunggulan mutu seperti tahan terhadap OPT, produktivitas tinggi, juga perlu diperhatikan penerapan teknologi budidaya yang baik. Penyuluh pertanian di Kecamatan Rupat Utara sering mengingatkan petani untuk selalu memperhatikan pengolahan lahan sebelum melakukan pertanaman. Pengolahan lahan merupakan tahapan awal yang penting dalam budidaya. Kegiatan persiapan lahan bertujuan untuk menyediakan lahan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Agar kondisi tanah selalu baik maka diperlukan pengolah lahan untuk tanaman cabe yang tepat. Sehingga tanah siap untuk ditanami tanaman, dengan harapan hasil panen akan maksimal sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengolahan lahan cabe rawit di mulai dari pembersihan gulma, pemupukan dasar, dan pembuatan bedengan. Selain itu, penting juga untuk memastikan drainase yang baik, pengapuran untuk perbaikan ph tanah, dan penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan dan mencegah gulma. Lebih lanjut penyuluh pertanian menegaskan hal pertama yang dilakukan adalah pengukuran ph tanah. Pengukuran pH tanah bertujuan untuk mengetahui kadar keasaman atau kebasaan tanah, pH berpengaruh terhadap ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Dengan mengetahui pH tanah, kita dapat memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. pH yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan tanaman, seperti gangguan pertumbuhan atau penyerapan nutrisi. pH tanah yang ideal untuk cabai rawit adalah antara 5,5 hingga 6,8. Yang kedua melakukan pembajakan tanah. Tujuan utama pembajakan adalah memperbaiki struktur tanah, meningkatkan sirkulasi udara dan air, serta membenamkan sisa tanaman dan gulma. Pembajakan membantu memecah tanah yang padat, membuat tanah lebih gembur dan mudah ditanami. Tanah yang lebih gembur memungkinkan oksigen dan air dengan mudah masuk ke akar tanaman. Pembajakan membantu membenamkan sisa tanaman, gulma, dan benih gulma, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Setelah melakukan pembajakan kemudian melakukan pembuatan bedengan. Dalam pembuatan bedengan harus memperhatikan musim tanam. Jika menghadapi musim penghujan, sebaiknya membuat bedengan yang cukup besar dan pastikan plastik mulsa bisa menutup keseluruhan bedengan. Ukuran bedengan yang ideal biasanya sekitar 80-120 cm lebar, tinggi sekitar 30 cm, dan jarak antar bedengan sekitar 30 cm. Beliau menjelaskan, keterkaitan pembuatan bedengan yang besar adalah untuk mengantisipasi genang air sampai ke akar tanaman. Air yang terlalu lama menggenang dan sampai menyentuh akar, bisa mengakibatkan busuk akar. Pastikan bedengan memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air yang dapat merusak tanaman cabai. Bila perlu, buat parit di antara bedengan untuk mengalirkan air. Kemudian lakukan pemberian bahan pembenah tanah, seperti dolomit sebanyak 1,5 – 2 ton/ha. Hal ini disesuaikan dengan hasil uji ph tanah yang telah dilakukan sebelumnya. Dolomit diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah pada lahan bila ph tanah rendah, dengan cara ditaburkan tipis di permukaan tanah kemudian dicampur rata dengan tanah. Setelah itu diamkan minimal selama satu minggu. Lanjutnya pemberian pupuk dasar dalam bentuk pupuk organik yang sudah matang. Kompos salah satu jenis pupuk organik yang tercampur bahan-bahan dan sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi mikroorganisme dan bakteri pembusuk. Bahan – bahan yang digunakan seperti rumput, jerami, kotoran hewan, urin hewan dan bahan organik lainnya. Kompos tidak hanya cukup menambah unsur hara, ada fungsi lainnya seperti penambah nutrisi dan meningkatkan pH. Kelebihan dari penggunaan pupuk organik adalah untuk ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jangka waktu yang lama. Karena pupuk organik tidak mudah menguap. Selain itu di gunakan pula pupuk anorganik za, tsp dan kcl. Pupuk ZA (Amonium Sulfat) sangat bermanfaat untuk tanaman cabai karena mengandung unsur hara nitrogen (N) dan sulfur (S) yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk ZA membantu memperbaiki struktur tanah, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik. Hal ini berdampak pada kualitas buah yang lebih baik, termasuk warna, aroma, dan rasa. Nitrogen dalam pupuk ZA merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman cabai, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kuat. Sulfur dalam pupuk ZA berperan penting dalam sintesis protein, sehingga dapat meningkatkan kandungan protein dan vitamin dalam buah cabai. Pupuk TSP (Triple Super Phospat) membantu mempercepat pembentukan bunga dan buah, meningkatkan kualitas buah, serta mempercepat proses fotosintesis, sehingga tanaman cabai menjadi lebih hijau dan sehat. TSP membantu meningkatkan ukuran, bobot, dan rasa buah cabai, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi. TSP juga membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Pupuk KCL (Kalium Klorida) memberikan banyak manfaat untuk tanaman cabe, terutama dalam meningkatkan hasil panen, kualitas buah, dan ketahanan tanaman terhadap stres. Kandungan kalium dalam KCL membantu memperkuat batang, merangsang pertumbuhan, dan meningkatkan resistensi terhadap hama dan penyakit. Pupuk KCL dapat merangsang pertumbuhan cabang baru dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Pupuk KCL juga menyediakan klorida, yang penting untuk beberapa proses metabolisme pada tanaman cabe. Untuk pemasangan mulsa dilakukan pada saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga memudahkan mulsa tersebut ditarik menutup rapat bedengan. Mulsa plastik hitam perak dipasang dengan lebar 100 - 125 cm, bagian plastik berwarna perak menghadap ke atas dan yang berwarna hitam menghadap ke tanah/bawah. Tarik ujung mulsa, kaitkan pasak penjepit di tepi mulsa agar tidak mudah lepas. Penggunaan mulsa pada lahan cabai berguna untuk menjaga kelembapan tanah dan mengurangi populasi gulma. Setelah mulsa terpasang, langkah selanjutnya yaitu pembuatan lubang tanam pada mulsa. Lubang tanam dibuat dengan sistem zig zag atau 2 baris berhadapan. buat lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang digunakan dalam penanaman cabai rawit adalah 70 cm x 70 cm atau 60 cm x 70 cm. Pada jarak tanam yang telah ditentukan dibuat lubang tanam dengan kedalaman 15-20 cm dan diameter 20-25 cm. Setelah melakukan pengolahan lahan yang baik, harapan utamanya adalah meningkatnya kesuburan tanah, yang kemudian akan berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil panen. Pengolahan lahan yang tepat menjadikan tanah subur dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih kuat, sehat, dan menghasilkan lebih banyak buah, meningkatkan ukuran buah, rasa, atau kadar nutrisi. Pengolahan lahan yang baik juga memungkinkan pupuk diserap dengan lebih efektif oleh tanaman, sehingga mengurangi pemborosan dan dampak lingkungan.