Loading...

PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK DARI URINE SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK BIO URINE

PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK DARI URINE SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK BIO URINE
Pada beberapa tahun yang lalu limbah ternak yang berupa Urine sapi dianggap sebagai pencemaran lingkungan ,karena selain merupakan hasil pembuangan dari ternak juga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan sekitar peternakan. Namun seiring dengan banyaknya penelitian dan kajian kajian , ternyata urine sapi sangat bermanfaat sebagai pupuk organik dan pengendali hama penyakit tanaman. Dengan sedikit perlalukan khusus maka urine sapi dapat bermanfaat bagi tanaman. Perlakuan yang diperlukan yaitu dengan Fermentasi dan penambahan beberapa bahan untuk proses fermentasi tersebut. Urine sapi sangat berpotensi digunakan sebagai pupuk organik cair selai itu manfaat lain dari pupuk urine sapi juga sebagai Zat Pengatur Tumbuh ( ZPT ). Produksi urine sapi yang dihasilkan satu ekor sapi dewasa mencapai 5 liter dalam sehari. Manfaat pupuk organik urine sapi antara lain : Dapat memeperbaiki struktur tanah yang miskin akan Bahan organik tanah Sebagai Zat PerangsangTumbuh tanaman Jika dikombinasikan dengan empon empon atau bahan lain seperti telor dapat menjadi pupuk organik cair plus. Dinamakan pupuk organik cair plus karena selain berfungsi sebagai pupuk organik juga berfungsi sebagai perstisida alami yang dapat befungsi sebagai obat pengusisr hama seperti tikus wereng, selain itu penyemprotan dengan urine sapi yang telah diferementasi ini maka pengendalian penyakit thrip atau keritinga daun dapat dicegah. Kadungan organik dalam urine sapi memiiliki banyak kelebihan antara lain seperti : kandungan senyawa seperti nitrogen, fosfor,kalium dan juga air yang lebih banyak dari pada pupuk organik padat. Memepunyai andungan Zat perangsang tumbuh sehingga dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Pada prinsipnya urine sapi fermentasi memeiliki 3 manfaat utaman anatara lain : pupuk cair bagi tanaman, sebagai zat pengatur tumbuh, dan sebgai pestisida alami. Selain itu dengan adanya pupuk organik dari orine sapi ferementasi ini, biaya produksi dapat diminimalisir karena selaindapat diproduksi sencara mandiri oleh petani ternak juga dapat di beli dengan harga yang relatif murah dengan manfaat yang cukup banyak. Dari beberapa penelitian meyebutkan bahwa kandungan unsur kimia dari pupuk oragnik urine sapi lebih banyak dibandingkan dengan unsur kimia pupuk organik padat.Untuk kandungan Unsur Nitrogen ( N ) pada urine sekitar lebih tinggi 1 % dibangding dengan unsur N dari pupuk organik padat.. Untuk kandungan Phospor ( P ) kandungan urine sapi lebih tinggi 0,5 % dari pada kotoran padat yang hanya kisaran 0,2 %. Untuk kandungan Kalium ( K )lebih tinggi 1,5 %. Namun untuk kandungan amonikannya urine sapi lebih tinggi ,sehingga untuk aplikasi pada tanaman ,perlu di diamkan dulu untuk menghilangkan amonikanya yang terkandung didalan urine sapi. Praktek pembuatan urine sapi ini dipraktekkan di desa Sanganom kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan dengan bahan bahan sebagai berikut : Urine sapi sebanyak 30 liter ,kondisi urine bersih dari sisa pakan atau kotoran padat. Biokativator 0,5 liter ( bahan ini banyak diperoleh dipasar dengan begbagai macam merk pasar seperti : EM4, semanggi, Superdegra dll ) Tetes/ Gula 1,5 liter Air kelapa/ atau air cucian beras/ air kelapa digunakan sebagai makanan bakteri pengurai. Telor sebagai penambah media bakteri untuk lebih aktif berkembang biak , kami gunakan 9 butir telor. Selanjutnya mulai proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi Siapkan bak dengan kapasitas 30 – 40 liter Masukkan telor, air kelapa/ cucian beras, aduk secara merata Masukkan urine sedikit demi sedikit sambil diaduk secara merata Setelah itu masukkan bioakitvator dan aduk secara merata Masukkan hasil campuran kedalam drum Ttutup drum agar ferementasi sempurna Proses dilakukan selama 2 minggu Selama proses ferementasi bakteri akan menghasilakn gas dan harus dikeluarkan supaya tong tidak menggembung dan meledak karena penuh gas maka diperlukan saluran yang berupa selang kecil dipasang di atas tutup drum lalu di hubungkan kedalam botol lain yang dapat menyalurkan gas yang keluar dari dalam drum tadi. Setelah 2 minggu maka pupuk sudah siap untuk diaplikasikan , pupuk yng sudah siap yaitu dengan ciri terjadi bau seperti tapai dengan adanya warna putih diatasnya. Segera tutup rapat kembali setelah dibuka supaya tidak ada bakteri yang tidak dikenhendaki masuk kedalam pupuk cair tersebut. Aplikasi pupuk organik dari urine sapi ini untuk 1 gelas ukuran air mineral diencerkan dengan14 liter air.