PENDAHULUAN : Singkong/Ubi Kayu adalah Tanaman Perdu tahunan tropika dab subtropika dari suku Euphobiaceace.umbinya dikenal luas sebagai makanan pokokpenghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.Umbi singkong dapat dimakan mentah.kandungan utamanya adalah Pati dengan sedikit Glukosa sehingga rasanya sedikit manis.Pada keadaan tertentu,terutama bila Teroksidasi,akan terbentuk Glukosida Racun yang selanjutnya membentuk asam sianida ( HCN ) sianida ini akan memberikan rasa pahit.Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per Kilogram umbi segar,dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit.proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar Racun (http://id.mwikipedia.org/wiki/ketela-pohon) selama ini Masyarakat Petai singkong untuk menjual hasil panen sangat mengandalkan pedagang,sistem tata niaga hasil panen singkong belum begitu banyak memberikan dapak yang bisa meningkatnya pendapatan petani.karena itu di Desa Lamahala Jaya para ibu – ibu dengan pikirannya sendiri membuat suatu produk yang mereka lakukan di rumahnya masing – masing Adapun Pengolahan singkong yang dilakukan adalah sebagai berikut : TEPUNG TAPIOKA ( Tepung Kanci ) Alat dan Bahan : Ubi kayu Air Bersih Parut Pisau Baskom Karung / Kain Bersih Alat Peras dari Kayu Cara Membuatnya : Singkong dikupas kulitnya dan direndam dengan air bersih sekaligus di Cuci hingga bersih Parut Singkong menggunakan Parut yang sudah disediakan Setelah diparut Singkong yang sudah halus tadi di peras untuk di pisah antara Sari ( Air Perasan ) dan Ampasnya. Pisahkan ampas Singkong di satu wadah bersih sisihkan Sedangkan Sari Singkong atau Air Perasan di endapkan satu malam dalam wadah bersih dan tutp dengan karung atau kain bersih Setelah satu malam buka wadah penutup dan kita dapati dua lapisan,Lapisan atas terdapat air endapan dan lapisan kedua terdapat Tepung Buang air endapan ( Bisa juga dipakai untuk campuran Pakan pada Ternak ) Sedangkan Tepungnya kita jemur di sinar matahari selama 2 – 3 hari tergantung kondisi cuaca Setelah proses penjemuran berlangsung di dapati Tepung Tapioka BIJI MUTIARA ( Pacar Cina ) Alat dan Bahan : Baskom Tepung Tapioka Pewarna Makanan Garam Gula pasir Saringan Tepung Pisau Air Hangat Cara Membuatnya : Tepung Tapioka di tambahkan Garam lalu di campur hingga rata Tambahkan Adonan tadi dengan air hangat sambil terus di uleni hingga lembut Setelah adonannya tercampur rata dan lembut tambahkan Gula dan pewarna makanan (untuk pewarna sesuai selera ) Setelah semua adonan siap,siapkan lagi tepung tapioka kering untuk proses pembuatan Biji mutiaranya. Untuk mendapatkan Biji mutiara yang berbentuk bulat Gulung adonan menjadi bola- bola kecil lalu masukan kedalam tepung tapioka yang kering lalu di saring menggunakan saringan tepung hingga semua tepung menjadi benar – benar bersih.dan untuk mendapatkan bentuk Kotak cukup adonan di pipihkan di dulang atau wadah lainnya lalu di potong berbentuk kotak Setelah adonan Jadinya sudah selesai proses selanjutnya adalah menjemur Biji mutiara yang sudah jadi tadi dibawah sinar matahari hingga benar – benar kering. Biji Mutiara / Pacar Cina siap di konsumsi. KERUPUK SINGKONG Alat dan Bahan : Ampas Singkong ( yang sudah diambil sarinya ) Gula Garam Dandang Air Kompor Piring / Dulang Cara Membuat : Masukan Air kedalam Dandang seperti kita mau memasak nasi biarkan hingga mendidih Sambil menunggu air Panas kita campur adonan yang terdiri dari ampas Singkong,gula dan garam aduk hingga benar – benar rata Setelah tercampur rata ambil sedikit adonanan lalu pipihkan setipis – tipisnya di dalam piring atau dulang yang sebelumnya sudah di beri minyak goreng Setelah air rebusan di dandang mendidih,masukan adonan yang sudah di pipihkan tadi kedalam dandang Dandang adonan satu per satu hingga semua adonan habis Setelah matang di angkat dan di anginkan supaya agak dingin. Setelah dingin,lepas adonan dari wadah (piring/dulang) lalu jemur dibawah sinar matahari hingga benar – benar kering Waktu pengeringan + 3 – 4 hari itu pun tergantung dengan cuaca. Setelah kering kerupuk digoreng dengan minyak panas dan siap di konsumsi Bisa diberi Rasa atau langsung dikemas dalam plastik untuk proses selanjutnya. Penulis : Rivai Muhamad Saleh,Penyuluh Pertanian Lapangan,BPP Waiwerang Kecamatan Adonara Timur. SUMBER : http://www.google.com/amp/s/dwitelo.wordpress.com/2014/07/08/pengolahan-singkong-ubi-kayu-kapasitas-home-industri/amp/