Loading...

PENGOLAHAN TANAH DAN SISTEM TANAM PADI GOGO

PENGOLAHAN TANAH DAN SISTEM TANAM PADI GOGO
Peningkatan jumlah penduduk telah mendorong meningkatnya permintaan pangan terutama beras. Upaya peningkatan produksi terus ditingkatkan walaupun masih terfokus pada lahan sawah. Upaya ini terhambat oleh berbagai masalah antara lain penyempitan lahan sawah khususnya di pulau Jawa akibat alih fungsi lahan. Potensi sumber daya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk ekstenfikasi padi adalah lahan kering. Indonesia memiliki lahan kering dengan luasan lebih dari 55,6 juta ha. Potensi lahan kering Indonesia yang luas ini belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan cenderung tidak mendapat perhatian serius. Upaya pemberdayaan lahan kering dapat melalui budidaya padi gogo. Akan tetapi, upaya ini menghadapi kendala antara lain: 1) produktivitas padi gogo yang masih rendah; 2) kesuburan tanah yang rendah; 3) ketersediaan air yang terbatas musim hujan;dan 4) kehadiran gulma. gogo dapat diminati oleh petani Cara pengolahan tanah untuk budidaya padi gogo adalah: Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan 2 kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanam, Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul, atau traktor atau ternak secara disingkal, lahan dibiarkan atau dikelantangkan (diangin-angin kena sinar matahari). Apabila sudah turun hujan terus menerus atau kontinyu yang memungkinkan untuk tanam, lahan diolah lagi untuk menghaluskan bongkahan sambil meratakan tanah sampai siap tanam, Apabila kondisi lahan berlereng sampai bergelombang, setelah pengolahan tanah pertama lakukan pembuatan teras gulud atau perbaikan teras yang rusak, Pada guludan atau bibir teras usahakan menanam tanaman penguat teras berupa rumput unggul dan dapat dikombinasikan dengan tanaman legume pohon, sehingga secara periodic dapat dipangkas untuk pakan ternak, Pada lahan yang terbuka dan relatif datar perlu dibuat bedengan memanjang, dengan lebar bedengan sekitar 5 meter. Antara bedengan di buat saluran sedalam 20 cm yang berfungsi sebagai saluran drainase, Pembuatan drainase sangat diperlukan, karena bila terjadi hujan terus menerus pada beberapa akan terjadi genangan yang menyebabkan kelembaban tanah yang tinggi yang dapat merangsang munculnya jamur upas yang dapat menyerang padi gogo Cara tanam budidaya padi gogo Di Lahan kering, kegiatan tanam baru dapat dilakukan bila curah hujan sudah cukup stabil atau curah hujan mencapai 60 mm dekade (10 hari), biasanya dicapai pada akhir bulan Oktober sampai akhir Nopember, Penanaman benih padi gogo menggunakan alat bantu tugal, Benih ditanam dengan kedalaman sekitar 5 cm (cukup dalam untuk menghindari dari gangguan semut, dll), kemudian ditutup dengan tanah, Dianjurkan untuk menanam lebih dari 3 (tiga) varietas padi gogo dan setiap varietas ditanam pada bedengan yang berbeda (Sistem mozaik), Penanaman dengan sistem mozaik akan mengurangi terjadinya ledakan penyakit blas, Sistem mozaik juga dapat diterapkan pada pertanaman tumpang sari antara padi gogo dengan tanaman keras, dalam hal ini tanaman perkebunan dan hutan tanaman industry (HTI) muda, Penanaman sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo (2:1 atau 4:1) dengan jarak tanam 30 x 20 x 10 cm, Untuk membuat larikan sistem legowo dapat dibantu dengan alat semacam caplak untuk padi sawah. Alat tersebut mempunyai 4 titik/mata yang berjarak 20 cm dan 30 cm, ditambah 2 titik paku berjarak 6-7 cm, dengan ketinggian tersebut pada saat operasional, alat akan membentuk 4 larikan dengan kedalaman 4-5 cm dan 2 garis paling pinggir sebagai panduan untuk operasional alat selanjutnya, Bila keadaan lahan tidak datar atau berlereng, sebaiknya pengaturan barisan tanaman harus memotong lerang, agar bila terjadi hujan yang relatif tinggi dapat mengurangi terjadinya aliran permukaan yang menyebabkan erosi,Setelah terbentuk larikan dengan jarak tanam legowo, benih ditanam sebanyak 4-5 butir/lubang,Setelah benih di tanam, kemudian ditutup dengan tanah. BPP Gantarang