Loading...

PENGOLAHAN TANAH PENANAMAN JAGUNG DESA MANISHARJO KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI

PENGOLAHAN TANAH PENANAMAN JAGUNG DESA MANISHARJO KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI
Pengolahan Tanah merupakan sistem pengolahan yang umumnya dilakukan petani dengan cara dibajak dan digaru secara manual maupun mekanis agar tanah menjadi lebih gembur, subur dan mudah ditanami. Pengolahan tanah terdiri dari pembajakan dan penggaruan.Pembajakan merupakan proses membalikkan tanah dengan menggunakan alat hewan ternak maupun traktor untuk membalik lapisan sub-soil menjadi lapisan top-soil yang subur.Garu merupakan kegiatan meratakan tanah setalah proses pembajakan agar butiran tanah yang besar menjadi lebih kecil dan lebih rata sehingga mudah ditanam. 1. Proses Pengolahan Tanah adalaha. Membalikkan lapisan bawah menjadi lapisan atas, b. (1 – 2 minggu) untuk memberantas gulma, hama dan penyakit dalam tanah, c. Menghancurkan bongkahan tanah sekaligus meratakannya sehingga menghasilkan tekstur tanah yang lebih gembur.2. Penyiapan Lahan yang Baik Untuk Mendapatkan Hasil yang Tinggi Adalah Dengan: 1. Membajak dengan kedalaman yang tepat (20 cm) dan keringkan sebelum mengulangi pembajakan2. Tanah yang gembur dapat meningkatkan keseragaman perkecambahan, pemunculan dan pertumbuhan tanaman3. Pastikan kemiringan tanah saat pengolahan sudah rata dan tertata rapi agar drainase dapat berjalan dengan lancarKEUNTUNGAN PENGOLAHAN TANAH:1. Memperbaiki aerasi tanah, 2. Mengendalikan gulma, 3. Memutus siklus hidup hama, 4. Memudahkan aktivitas budidaya lainnyaKELEMAHAN PENGOLAHAN TANAH:1. Meningkatkan peluang erosi2. Penguapan lengas tanah3. Membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyakPengolahan tanah bertujuan untuk : 1. Untuk mencampur dan menggemburkan tanah.2. Mengontrol tanaman pengganggu dan hama lainnya3. Mencampur sisa tanaman dengan tanah. 4. Menciptakan kondisi kegemburan tanah yang baik untuk pertumbuhan akar5. Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah, dan membuang gas-gas beracun dari dalam tanah. JENIS – JENIS PENGOLAHAN TANAH:Olah Tanah Konvensional (OTK)? Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. ? Setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm? Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun atau dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.? Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm, dandiratakan. 1. Olah Tanah Minimum (OTM)OTM adalah cara penanaman yang dilakukan dengan mengurangi frekuensi pengolahan. Pengolahan tanah dilakukan sekali dalam setahun atau sekali dalam 2 tahun tergantung pada tingkat kepadatan tanahnya, dan sisa tanaman disebarkan seluruhnya diatas permukaan tanah sebagai mulsa setelah pengolahan tanah. 2. OlahTanahStrip (OTS)? adalah cara pengolahan tanah yang dilakukan hanya pada strip-strip atau alur-alur yang akan ditanami, biasanya strip-strip tersebut dibuat mengikuti kontur. Bagian lahan diantara 2 strip tidak terganggu/diolah.? Sisa tanaman disebar sebagai mulsa diantara 2 strip dan menyisakan zona sekitar strip tanpa adanya mulsa.3. TanpaOlahTanah (TOT)? TOT adalah cara penanaman yang tidak memerlukan penyiapan tanah, kecuali membuka lubang kecil untuk meletakkan benih. ? Budidaya jagung dengan teknik penyiapan lahan Tanpa Olah Tanah (TOT) dapat berhasil baik pada tanah bertekstur ringan sampai sedang dan ditunjang oleh drainase yang baik (Lopez-Belido et al., 1996). ? Disemprot dengan herbisida dengan dosis sesuai anjuran. ? Keunggulan teknik TOT adalah mengurangi biaya untuk pengolahan tanah 4. Manfaat Pengolahan Tanah? Memperbaiki Struktur Tanah.? Memperbaiki Aerasi Tanah.? Membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)? Menghambat tumbuhnya gulma.? Melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air) Oleh : Teguh Budi Suswanto, SST