Loading...

PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI GOGO

PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI GOGO
Pelaksanaan pengolahan tanah untuk tanaman padi gogo sama seperti tanaman padi lainnya, hanya saja untuk mendapatkan kesuburan tanah yang maksimum supaya dapat dihisap oleh akar tanaman padi gogo maka pengolahan tanah dilakukan dengan 2 tahap dengan waktu yang tertentu pula. Pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau pertama musim hujan sehingga tanah sudah lembab, hal ini memudahkan pengolahan tanah sesuai yang diinginkan. Pengolahan tanah dapat menggunakan cangkul, bajak kerbau atau hand traktor, tetapi yang perlu diperhatikan untuk penggunaan bajak kerbau dan hand traktor tentunya digunakan pada lahan kering yang agak luas dan keadaannya datar/rata. Untuk lahan kering yang miring atau perbukitan tentunya akan lebih baik menggunakan cangkul dengan pertimbangan penggunaannya lebih efesiensi dan efektif. Pengolahan tanah pertama ini tentunya diupayakan untuk membalik tanah secara kasar dengan kedalaman cangkulan atau balikan tanah antara 10-20 cm, selanjutnya tanah dibiarkan untuk menunggu turunnya hujan yang akan dilakukan pengolahan tanah kedua. Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah turun hujan beberapa kali tujuannya adalah menghaluskan dan meratakan tanah sehingga pada penanaman padi gogo akan lebih mudah serta penyerapan unsur hara yang akan dilakukan akar tanaman padi gogo lebih mudah. Dalam pengolahan kedua ini bila keadaan lahan berlereng sampai bergelombang sebaiknya dilakukan pembuatan teras gulud atau diadakan perbaikan teras yang rusak jika teras telah ada sebelumnya. Sebaiknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada guludan atau bibir teras ditanam tanaman legume pohon yang dapat dipangkas secara periode untuk menambah kualias pakan ternak, dengan jalan ini diharapkan erosi tanah dapat diperkecil dan hasil dari tanaman yang di guludan dapat digunakan untuk tambahan makanan ternak. Untuk daerah yang mempunyai lahan terbuka yang relative datar perlu dibuat bedengan memanjang pada umumnya dengan lebar bedengan lebih kurang 5 m. diantara bedengan dibuat saluran sedalam 20 cm, saluran ini berguna sebagai pengatur drainase tanah yang mempengaruhi kelancaran aliran air dan menghindari struktur tanah yang jelek sehingga kesuburan tanah dapat terkendali. Untuk daerah lahan kering yang memiliki topografi yang bergelombang sampai berbukit maka untuk mendapatkan hasil padi gogo yang baik perlu dilakukan konservasi tanah. Berdasaran fakta di lapangan dan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan lahan kering yang dapat dikembang dengan baik untuk budidaya tanaman pangan adalah pada daerah kemiringan kurang dri 15%. Hal ini dapat dipahami bahwa pada kemiringan yang kurang dari 15% pembuatan teras berupa guludan tanah masih memungkinkan dilakukan secara efesien dan efektif oleh petani. Jika kemiringan tanah lebih dari 15% memang masih dapat dilakukan pembuatan teras dan guludan tanah tetapi memerlukan perlakuan khusus sehingga secara umum bila petani melakukan kurang efesien dan efektif. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, tentunya para petani dapat melakukan waktu pengolahan tanah pertama yaitu berupa pembalikan tanah secara kasar pada saat itu dapat dilakukan pemberian pupuk kompos atau sisa tanaman berupa jerami dan sisa tanaman lainnya langsung diolah bersama tanah. Sehingga pada saat pengolahan tanah yang kedua berupa penghalusan tanah diharapkan kompos atau sisa tanaman yang diolah bersama tanah akan dapat diserap akar tanaman padi gogo menjadi unsur hara yang dibutuhkannya. Hanya saja untuk kompos lebih cepat manfaatnya bagi tanaman padi gogo saat itu sedangkan untuk jerami atau sisa tanaman lainnya hanya sebagian yang dapat dihisap tanaman padi gogo pada saat tanam sisanya akan dihisap/dimanfaatkan oleh tanaman berikutnya Oleh : Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertania Pusat Sumber: Badan Litbang, 2008, Padi Gogo, Deptan