PENGOLAHAN TANAH
Disusun Oleh:
Entin Suhartini. SP
Cara pengolahan tanah meliputi pembersihan lahan, penggemburan (pembajakan/pencangkulan), pemberian pupuk dasar dan kapur jika perlu, perataan, dan pembentukan bedengan jika diperlukan. Tahap-tahap ini bertujuan memperbaiki struktur tanah, menambah nutrisi, meningkatkan kelembapan, serta memberantas gulma dan hama.
Tahapan pengolahan tanah
· Pembersihan lahan: Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan.
· Pembajakan/Pengolahan primer: Gunakan bajak atau cangkul untuk membalikkan tanah sedalam 20–30 cm atau lebih. Tahap ini akan menggemburkan tanah dan memaparkannya pada sinar matahari.
· Pemberian pupuk dasar: Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang ke dalam tanah. Jika tanah asam, berikan kapur dolomit untuk menetralkan pH.
· Penggaruan/Pengolahan sekunder: Lakukan penggaruan untuk meratakan dan menghancurkan gumpalan tanah.
· Pembentukan bedengan: Buat bedengan atau gundukan tanah untuk mencegah air menggenang, terutama pada lahan yang rawan tergenang.
· Perataan: Ratakan permukaan tanah secara manual untuk memastikan aliran air yang baik.
· Pengairan: Pastikan sistem pengairan berfungsi dengan baik dan genangi lahan jika diperlukan, misalnya setelah membajak untuk mempercepat perombakan sisa tanaman.
Tips tambahan
· Biarkan tanah terkena sinar matahari: Setelah membuat lubang atau membajak, biarkan tanah terbuka selama beberapa hari agar sinar matahari dapat membunuh hama dan penyakit.
· Gunakan mulsa: Tutupi tanah dengan mulsa (serasah daun atau jerami) untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma.
· Lakukan rotasi tanaman: Rotasi tanaman membantu mencegah penipisan nutrisi tanah dan mengurangi risiko penyakit.
Ulangi pengolahan: Pengolahan bisa dilakukan dua kali, yaitu pengolahan primer dan sekunder, untuk hasil yang optimal.